Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Jumat, 23 Oktober 2026 | 15.00 WIB

Minyak Brent dan WTI Melemah, Risiko Gangguan Pasokan Masih Membayangi

ILUSTRASI minyak dunia. - Image

ILUSTRASI minyak dunia.

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak turun pada perdagangan Jumat (23/10) pagi setelah setelah serangan Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari kawasan utama pengekspor minyak tersebut.

Melansir Investing pada pukul 07:45 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,22 poin atau 0,19 persen ke level 112,93 dolar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Kamis (22/10) pagi sebesar 110,02 dolar per barel. 

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,16 poin atau 0,16 persen ke level 99,31 dolar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Kamis (22/10) pagi sebesar 98,03 dolar per barel.

Melansir Reuters, apaian tersebut merupakan penutupan tertinggi Brent sejak 4 Mei dan membuat harga acuan minyak global itu bertahan di zona overbought secara teknikal untuk ketiga kalinya dalam sepekan.

“Pasar minyak kembali menguat akibat tambahan premi risiko yang signifikan menyusul serangan Houthi lainnya terhadap infrastruktur Arab Saudi, di tengah pembicaraan mengenai kemungkinan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu,” tulis analis perusahaan konsultan energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

Saudi Aramco meminta para pegawainya mengosongkan kantor pusat perusahaan di Dhahran, kawasan Teluk yang berdekatan dengan Bahrain. Demikian dilaporkan Reuters, seiring meningkatnya intensitas pertempuran antara negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia tersebut dan kelompok Houthi asal Yaman.

Bentrok antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus berlangsung sejak kelompok yang bersekutu dengan Iran itu bergerak menuju Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis di pintu masuk Laut Merah.

“Laporan mengenai ekspor minyak mentah Timur Tengah yang melampaui tingkat sebelum konflik tidak cukup untuk mengimbangi serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan infrastruktur minyaknya,” kata analis minyak PVM Oil, Tamas Varga.

Analis Morgan Stanley memperkirakan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah mencapai sekitar 17 juta barel per hari pada pekan lalu. Berdasarkan data Kpler, ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut rata-rata mencapai sekitar 18 juta barel per hari dalam 12 bulan sebelum perang Iran dimulai.

Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber: Investing.com, Reuters
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore