
ILUSTRASI minyak dunia.
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak turun pada perdagangan Jumat (23/10) pagi setelah setelah serangan Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari kawasan utama pengekspor minyak tersebut.
Melansir Investing pada pukul 07:45 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,22 poin atau 0,19 persen ke level 112,93 dolar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Kamis (22/10) pagi sebesar 110,02 dolar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,16 poin atau 0,16 persen ke level 99,31 dolar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Kamis (22/10) pagi sebesar 98,03 dolar per barel.
Melansir Reuters, apaian tersebut merupakan penutupan tertinggi Brent sejak 4 Mei dan membuat harga acuan minyak global itu bertahan di zona overbought secara teknikal untuk ketiga kalinya dalam sepekan.
“Pasar minyak kembali menguat akibat tambahan premi risiko yang signifikan menyusul serangan Houthi lainnya terhadap infrastruktur Arab Saudi, di tengah pembicaraan mengenai kemungkinan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu,” tulis analis perusahaan konsultan energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.
Saudi Aramco meminta para pegawainya mengosongkan kantor pusat perusahaan di Dhahran, kawasan Teluk yang berdekatan dengan Bahrain. Demikian dilaporkan Reuters, seiring meningkatnya intensitas pertempuran antara negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia tersebut dan kelompok Houthi asal Yaman.
Bentrok antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus berlangsung sejak kelompok yang bersekutu dengan Iran itu bergerak menuju Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis di pintu masuk Laut Merah.
“Laporan mengenai ekspor minyak mentah Timur Tengah yang melampaui tingkat sebelum konflik tidak cukup untuk mengimbangi serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan infrastruktur minyaknya,” kata analis minyak PVM Oil, Tamas Varga.
Analis Morgan Stanley memperkirakan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah mencapai sekitar 17 juta barel per hari pada pekan lalu. Berdasarkan data Kpler, ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut rata-rata mencapai sekitar 18 juta barel per hari dalam 12 bulan sebelum perang Iran dimulai.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022