Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Oktober 2026 | 15.15 WIB

Minyak Brent Tembus USD 110 per Barel, Serangan di Arab Saudi Memanas

Ilustrasi: Harga minyak dunia.(Dok.JawaPos.com) - Image

Ilustrasi: Harga minyak dunia.(Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak naik pada perdagangan Kamis (22/10) pagi setelah serangan yang dilakukan kelompok Houthi di Arab Saudi kembali terjadi. 

Situasi tersebut mendorong Amerika Serikat (AS) memerintahkan sejumlah diplomat dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan pos diplomatik di kerajaan tersebut.

Melansir Investing pada pukul 07:55 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,20 poin atau 1,10 persen ke level 110,02 dolar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Rabu (20/10) pagi sebesar 109,54 dolar per barel. 

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,87 poin atau 0,90 persen ke level 98,03 dolar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Rabu (21/10) pagi sebesar 98,50 dolar per barel.

Melansir Reuters, Departemen Luar Negeri AS berencana menarik anggota keluarga dari sejumlah pos diplomatik AS lainnya di kawasan tersebut. Hal itu disampaikan sejumlah pejabat AS kepada Reuters.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyerang sejumlah sasaran pada Rabu. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai delapan orang lainnya di sebuah bandara sipil di Dammam. Selain itu, dua orang tewas akibat serangan pesawat nirawak di sebuah ladang minyak Arab Saudi.

Ledakan juga terdengar di Sirik, wilayah Iran bagian selatan. Media Iran melaporkan pada Rabu bahwa penyebab dan asal ledakan tersebut belum diketahui.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kepada Financial Times bahwa Iran sepenuhnya siap mempertahankan diri. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa AS tidak dapat mengharapkan adanya dialog selama masih memberlakukan blokade dan ancaman terhadap Iran.

Data Kpler menunjukkan sedikitnya 18 serangan terhadap kapal terjadi selama dua pekan terakhir. Analis LSEG memperingatkan bahwa Iran menargetkan kapal tanker hingga wilayah yang jauh di luar Selat Hormuz, termasuk Teluk Oman. Situasi ini mengancam aktivitas pemuatan minyak mentah dari kawasan Teluk serta transfer minyak antarkapal yang mendukung distribusi minyak regional.

Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber: Investing.com, Reuters
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore