Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Antara
Rabu, 21 Oktober 2026 | 17.00 WIB

Terdorong Harga Minyak Dunia, SKK Migas Proyeksikan Penerimaan Sektor Migas USD 11,63 Miliar

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti (tengah) dalam Konferensi Pers Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Selasa (21/10). (ANTARA) - Image

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti (tengah) dalam Konferensi Pers Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Selasa (21/10). (ANTARA)

JawaPos.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksikan penerimaan negara dari sektor hulu migas bisa mencapai 109 persen dari target pada Desember 2026.

“Hitungan kami dengan asumsi harga saat ini, bisa mencapai 109 persen, lebih tinggi daripada target APBN,” ujar Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti dalam Konferensi Pers Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Selasa (21/10).

Desti menyampaikan proyeksi tersebut berdasarkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang melebihi proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Adapun target penerimaan negara yang termaktub di dalam APBN 2026 sebesar USD 10,66 miliar dengan asumsi makro harga minyak mentah Indonesia di angka USD 70 per barel.

Sementara itu, SKK Migas memproyeksikan penerimaan negara dapat mencapai USD 11,63 miliar dengan realisasi harga minyak mentah Indonesia yang berada di atas asumsi makro APBN.

“Tentunya ini (proyeksi penerimaan negara) tidak lepas dari adanya peningkatan harga komoditas dari minyak mentah itu sendiri,” ujar Desti.

Namun demikian, tutur Desti melanjutkan, tanpa upaya dan strategi komersialisasi yang dilakukan oleh SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), dan para pemangku kebijakan, target penerimaan negara akan sulit untuk terealisasikan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menjelaskan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) saat ini telah mencapai kisaran USD 105–106 per barel.

Sementara itu, rata-rata harga ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 berada di kisaran USD 91–92 per barel.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore