Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 17.45 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Meroket, dari USD 89,43 jadi USD 112,81 per Barel

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, meninjau SPBU Jalan Kayoon Surabaya, Rabu (29/10/2025). Ia memastikan tidak ada kandungan air dalam BBM Pertalite. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, meninjau SPBU Jalan Kayoon Surabaya, Rabu (29/10/2025). Ia memastikan tidak ada kandungan air dalam BBM Pertalite. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menetapkan Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) September 2026 sebesar USD 112,81 per barel.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mengguncang pasar minyak dunia menjadi salah satu penyebab ICP pada September melonjak hingga USD 23,38 per barel jika dibandingkan dengan Agustus 2026 yang berada di level USD 89,43 per barel.

Adapun, ICP pada September 2026 tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2026. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah memastikan pergerakan harga terus dipantau secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional.

"Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik menjadi USD 112,81 per barel merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk). Kenaikan ini terjadi secara menyeluruh pada seluruh benchmark internasional," ujar Laode dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (13/10).

Laode mengatakan, eskalasi konflik militer dan kebuntuan diplomasi di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia.

Ia menyebut, ekspor minyak mentah melalui rute vital tersebut sempat mengalami penurunan hingga 28 persen dibandingkan bulan Juli.

“Kondisi ini diperkuat oleh serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut, termasuk penutupan sementara Pipa East-West Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari akibat serangan drone sebagai langkah pencegahan," ujarnya.

Selain itu, penundaan kuota produksi oleh OPEC+ serta serangan lanjutan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor minyak di Rusia dan kawasan Laut Merah turut memperketat pasokan minyak mentah global.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore