Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2026 | 23.39 WIB

Dukungan Regulasi Jadi Peluang Peningkatan Investasi Hulu Migas

PHR tanda tangani kontrak bagi hasil migas nonkonvensional di WK Rokan. (ANTARA) - Image

PHR tanda tangani kontrak bagi hasil migas nonkonvensional di WK Rokan. (ANTARA)

JawaPos.com - Pemerintah melakukan penyempurnaan kebijakan dan fleksibilitas skema kontrak untuk meningkatkan daya tarik investasi. Upaya itu memberikan peluang peningkatan investasi hulu migas Indonesia, terutama untuk potensi sumber daya yang belum dikembangkan.

Ke depan, pemerintah memperkuat kolaborasi bersama pelaku usaha untuk mendorong investasi dalam menemukan cadangan baru untuk meningkatkan produksi dan mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Keuangan PHE Bayu Kusuma Dewanto menjelaskan, pelaku usaha pada dasarnya memiliki keinginan untuk meningkatkan investasi di sektor hulu migas. Apalagi investasi hulu migas Indonesia juga terbukti cukup besar dan tumbuh dari tahun ke tahun. 

Pada tahun lalu, tercatat sekitar sekitar USD 15 miliar atau setara Rp 276 triliun dan berpotensi meningkat signifikan pada tahun-tahun mendatang.

“Pelaku usaha sebenarnya mau investasi besar-besaran. Kalau bicara angka investasi hulu USD 15 miliar atau Rp 276 triliun. PHE 2025 itu spend USD 5 miliar. Apa yang dibutuhkan? Kerja sama yang bagus,” ujar Bayu dalam konferensi pers menuju Forum Ekonomi Hulu Migas 2026, Selasa (6/10).

Untuk diketahui, PHE berencana meningkatkan belanja investasi hingga sekitar 1,5 kali lipat dibandingkan 2025. Menurut Bayu, hal serupa juga akan ditempuh KKKS lainnya dalam mempertahankan atau meningkatkan investasinya. Kebutuhan investasi hulu migas ke depan memang diperkirakan akan semakin besar seiring tantangan menjaga produksi minyak nasional. 

PHE pun sedang menggarap sejumlah proyek besar juga menjadi fokus investasi, antara lain pengembangan Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis chemical serta pengembangan Migas Non Konvensional (MNK).

“Proyek investasi PHE ada beberapa yang besar, paling besar Rokan MNK dan Chemical EOR. Karena produksi minyak konvensional tidak sejalan dengan kebutuhan.” katanya.

Selain itu, investasi hulu migas sudah sepatutnya ditujukan untuk meningkatkan cadangan. Dari sekitar 128 cekungan yang ada, masih ada separuhnya belum tersentuh eksplorasi sama sekali. “Kita coba menyentuh itu, kita coba tapping ke situ dengan uang yang siap kita investasikan,” kata Bayu.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore