Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 01.00 WIB

Pemerintah Masih Tahan Harga Pertalite dan Biosolar meski Minyak Dunia USD 107 per Barel

Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui setelah acara ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9). (ANTARA) - Image

Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui setelah acara ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9). (ANTARA)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti pertalite dan biosolar tidak naik meskipun harga minyak dunia tembus USD 107 per barel.

“Kalau untuk pertalite, yang disampaikan sama Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia), sampai dengan akhir tahun kita mempertahankan ini tidak ada kenaikan untuk pertalite, untuk BBM bersubsidi,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui setelah acara ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Selasa (29/9).

Akan tetapi, tutur dia melanjutkan, untuk harga BBM nonsubsidi akan mengalami penyesuaian sebab mengikuti harga pasar. Adapun penyesuaian untuk BBM nonsubsidi tersebut akan mengikuti harga rata-rata minyak dunia dalam satu bulan.

“Jadi ini kami melihat rata-rata dalam satu bulan itu kira-kira berapa, penyesuaiannya kira-kira berapa,” ucap Yuliot.

Pernyataan tersebut terkait dengan harga minyak dunia yang kian meroket akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Yuliot mengungkapkan harga minyak dunia sempat menyentuh USD 107 per barel pada akhir September 2026.

Angka tersebut menunjukkan tren kenaikan setelah sempat melandai pada bulan Juni–Juli.

Purbaya Yudhi Sadewa ketika masih menjabat sebagai Menteri Keuangan menjamin defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali hingga akhir tahun dengan asumsi makro rata-rata harga patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) berada di level USD 100.

Berdasarkan perhitungan Peneliti sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti, rata-rata ICP Januari–September sekitar 90,6 dolar AS per barel.

Merespons kondisi tersebut, Yuliot memastikan akan melakukan percepatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) di tengah gejolak geopolitik yang menyebabkan meroketnya harga minyak dunia.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore