
Fasilitas Produksi Gas Suban, Blok Corridor. (Dok. MedcoEnergi)
JawaPos.com - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatatkan kinerja yang solid selama semester I 2026 dengan produksi minyak dan gas bumi mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (boepd), di mana gas menyumbang sekitar 72 persen dari total produksi.
Ronald Gunawan, CEO MedcoEnergi, menyampaikan bahwa hasil semester pertama mencerminkan keandalan perseroan dalam eksekusi proyek dan manajemen operasi produksi.
“Fokus kami sepanjang semester ini adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal," tutur Ronald dalam rilis laporan kinerja perseroan semester I 2026, dikutip Rabu (23/9).
Ronald menyampaikan capaian tersebut ditopang oleh kinerja blok-blok migas perseroan, yaitu volume produksi Blok Corridor seiring tambahan hak partisipasi dan kinerja produksi Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B. Kemudian juga dari pengeboran pengembangan lapangan Bualuang di Thailand, selesainya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro Fase 2A.
"Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan,” ujar Ronald.
Pada semester pertama ini, perseroan juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia, di mana perseroan ditunjuk sebagai operator yang menandai operasi produksi pertama di Malaysia.
Segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik 2.323 GWh, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, ditopang keandalan operasi Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), dan operasi di PLTS Bali Timur.
Energi terbarukan menyumbang sekitar 25 persen dari total penjualan listrik, sejalan dengan strategi transisi energi perseroan. Sementara investasi pertambangan tembaga dan emas pada PT Amman Mineral Internasional memberikan kontribusi positif seiring beroperasinya smelter dengan kapasitas penuh.
Dari sisi keuangan, MedcoEnergi membukukan pendapatan sebesar USD 1,41 miliar, dan laba kotor sebesar USD 588 juta. Biaya kas produksi minyak dan gas terjaga di USD 8,4 per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini.
Sementara untuk laba bersih semester I yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD 275 juta, membaik dari periode yang sama tahun lalu seiring meningkatnya produksi minyak dan gas, dan membaiknya harga minyak dunia serta kontribusi Amman Mineral setelah operasi smelter berjalan secara penuh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022