Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 17.17 WIB

Pengamat Sebut Pengembangan MNK Pertamina Jadi "game changer" Migas Indonesia

Pegawai PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melaksanakan aktivitas di Blok Rokan, Riau. (Antara). - Image

Pegawai PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melaksanakan aktivitas di Blok Rokan, Riau. (Antara).

JawaPos.com - Inisiatif  PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengembangkan migas nonkonvensional (MNK) di Blok Rokan, Riau, dinilai bisa menjadi game changer bagi produksi minyak Indonesia.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menyatakan hal itu juga dilakukan di Amerika Serikat (AS) yang mengubah negara tersebut dari importir menjadi eksportir minyak.

"Game changer-nya migas itu MNK. Hal ini seperti di AS, di mana MNK menjadi pembeda karena potensinya cukup besar, sehingga membuat AS tergolong menjadi produsen minyak yang besar di dunia setelah mengembangkan MNK tersebut di tahun 2.000-an," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Begitu juga di Indonesia, tambahnya, potensi MNK cukup besar. Hanya tantangannya adalah karakteristik batuan yang berbeda dan lebih sulit, sehingga harus menggunakan teknologi yang berbeda dari pengeboran sumur migas biasa.

Konsekuensinya, lanjut dia, adalah biaya produksi, pasti ada perbedaan sehingga perlu terus dilakukan kajian agar penerapan MNK bernilai ekonomi.

Komaidi menilai upaya mengembangkan MNK di zona Rokan menjadi bukti keandalan Pertamina memproduksi MNK. Hal itu dilakukan Pertamina, antara lain melalui kerja sama dalam menggunakan teknologi migas, mengingat MNK membutuhkan teknologi tinggi dan kompleks.

"Jadi, apakah teknologinya milik sendiri atau dengan pihak lain, PHR terbukti bisa melakukan perencanaan, sampai dengan eksekusi. Artinya, PHR memiliki kehandalan memproduksi MNK," ujarnya.

Jika program MNK PHR berhasil, imbuhnya, tentu membuat rasio cadangan dan produksi migas akan bertambah panjang. Artinya, masa depan bisnis migas di Indonesia, terutama dengan MNK, juga akan lebih panjang.

"Sebab, kekhawatiran perusahaan migas adalah jika tidak menemukan cadangan baru. Karena hal itu otomatis membuat usia perusahaan akan segera berakhir," kata dia.

Jadi, kalau kemudian menemukan cadangan, kata dia, maknanya adalah memperpanjang usia bisnis migas PHR, termasuk Pertamina secara keseluruhan, karena sumur-sumur MNK bisa diproduksi. Sehingga diharapkan potensi-potensi MNK lain di Indonesia juga bisa diproduksi.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore