
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung (kanan) didampingi Kepala BPH Migas Erika Retnowati (kiri) memberikan keterangan saat peluncuran Posko Nasional Sektor ESDM Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H di Kantor BPH Migas Jakarta, Senin (17/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indonesia mendorong kebijakan clean cooking yang tidak seragam untuk seluruh negara dalam rapat G20 di Amerika Serikat (AS).
Dalam rapat tersebut, pemerintah Indonesia menilai pemilihan teknologi dan sumber energi untuk memasak harus disesuaikan dengan kondisi lokal, kemampuan masyarakat, serta prioritas pembangunan masing-masing negara.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan Indonesia menyambut baik pengakuan bahwa tidak ada satu solusi yang dapat diterapkan secara sama untuk seluruh negara dalam mewujudkan clean cooking.
"Indonesia menyambut baik pengakuan bahwa tidak ada kesamaan solusi untuk semua (negara) dalam clean cooking. Setiap negara harus dapat memilih teknologi yang mencerminkan kondisi lokal dan keterjangkauan. Kebijakan clean cooking harus tetap netral terhadap teknologi dan didukung oleh mekanisme pembiayaan yang mencerminkan prioritas nasional," ujar Yuliot dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (17/9).
Yuliot mengatakan, kebijakan energi perlu mempertimbangkan keterjangkauan bagi masyarakat sekaligus memastikan akses terhadap energi.
Karena itu, pemerintah mendorong agar agenda transisi energi tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga memperhatikan ketahanan dan kebutuhan energi nasional.
Indonesia juga menilai pendekatan tersebut penting dalam agenda energi global yang dibahas negara-negara G20. Pemerintah mendorong agar transisi energi dan energi berkelanjutan tetap menjadi perhatian dalam pembahasan G20 ke depan.
"G20 harus mendorong pendekatan yang seimbang yang memajukan ketahanan energi, keterjangkauan, aksesibilitas, dan keberlanjutan. Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh anggota untuk membangun masa depan energi global yang inklusif, berkelanjutan, dan aman," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022