
Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Ruwetnya regulasi dan panjangnya proses perizinan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy membuat pengembangan proyek tersebut berjalan lamban selama 11 tahun terakhir.
Sebelum terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, proyek PSEL menghadapi berbagai tahapan perizinan dan koordinasi lintas lembaga.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan sebelum adanya aturan tersebut terdapat ratusan aturan yang mengatur proyek pengelolaan sampah menjadi energi.
“Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, lebih banyak lagi aturannya. Ratusan lebih aturannya, itu,” ujar Pria yang akrab disapa Zulhas dalam peresmian pembangunan PSEL, di Bekasi, Rabu (26/8).
Zulhas menjelaskan, dalam kurun waktu 11 tahun hanya terdapat dua proyek yang berjalan. Namun, satu proyek tidak beroperasi, sedangkan proyek lainnya beroperasi secara tidak konsisten.
Ia menyebut, proses perizinan proyek waste to energy sebelumnya melibatkan banyak pihak. Investor harus mengurus izin dari bupati atau wali kota, gubernur, hingga DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten.
Setelah itu, investor masih harus mengurus izin ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta izin lingkungan. Tahapan berikutnya juga melibatkan kebutuhan subsidi yang harus dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan.
“Kalau enggak strong, pingsan. Nah, ini kita rapikan. Dari sini tinggal tiga,” ujarnya.
Zulhas menyebut persoalan sampah di Indonesia masih sangat besar. Menurut dia, proyek PSEL yang saat ini tengah dikembangkan belum mampu mencakup seluruh kebutuhan penanganan sampah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022