Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15.50 WIB

Dipicu Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Brent dan WTI Kompak Melemah

Harga minyak dunia. (Istimewa) - Image

Harga minyak dunia. (Istimewa)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada penutupan perdagangan Jumat (7/8) di tengah ketidakpastian mengenai negosiasi yang berkaitan dengan pengendalian dan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Melansir Investing kontrak berjangka Brent turun 0,28 poin atau 0,34 persen, menjadi USD 82,21 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 0,21 poin atau 0,27 persen, menjadi USD 77,08 per barel.

pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights, Vandana Hari, mengatakan pergerakan sentimen pasar seperti roller coaster terjadi karena sinyal mengenai potensi kesepakatan pada pekan ini.

“Namun, pasar masih belum mengetahui apa yang sebenarnya harus terjadi agar kesepakatan tersebut dapat tercapai," ujar Vandana dikutip Reuters, Sabtu (8/8).

Sementara itu, Iran dan Oman dilaporkan telah menyepakati rute yang akan digunakan kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz. Namun, belum jelas apakah AS akan menerima ketentuan tersebut.

Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, mengatakan pasar masih mempertanyakan apakah kesepakatan Iran-Oman memungkinkan kapal berbendera AS untuk melintasi Selat Hormuz.

"Pasar sedang mencoba menilai apakah kesepakatan Iran-Oman akan memungkinkan kapal berbendera AS untuk melintasi Selat Hormuz. Apakah kapal milik AS dapat melintas? Apakah kapal yang menuju pelabuhan AS juga dapat melintas?" ujar Lipow.

Sementara itu, Bjarne Schieldrop dari SEB Research menilai, struktur kesepakatan Iran-Oman saat ini memberikan terlalu banyak kewenangan kepada Iran sehingga sulit diterima secara politik oleh Presiden AS Donald Trump.

"Struktur kesepakatan Iran-Oman dalam bentuknya saat ini dan kewenangan yang diberikan kepada Iran bukanlah sesuatu yang dapat diterima Trump secara politik. Trump akan menghadapi kritik politik yang berat di dalam negeri jika menerimanya," ujar Schieldrop.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore