
Peserta mengikuti kegiatan ujian Praktik saat kegiatan Sertifikasi Lokal Hero Program Desa Energi Berdikari Pertamina yang diselenggarakan di Balkondes Wringin Putih, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Kamis (6/8/2026). (istimewa).
JawaPos.com – Setiap musim kemarau, Alfredo Nicholas Saputra Kolin, warga Kampung Posa, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, selalu dihantui kegelisahan akan ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bersama warga lainnya, ia selama ini bergantung pada air hujan yang ditampung saat musim penghujan atau mengambil air dari Sungai Klasafet yang letaknya cukup jauh dari permukiman.
Namun, saat curah hujan menurun, persediaan air cepat habis, sementara air sungai kerap berwarna keruh dan tidak selalu layak digunakan. Dalam kondisi seperti itu, setiap tetes air menjadi sangat berharga. Warga harus menghemat penggunaannya untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan minum.
Tapi kini keadaan itu berubah. Air bersih yang dahulu sulit diperoleh kini mengalir lebih mudah ke permukiman warga. Perubahan tersebut tidak hanya menghadirkan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mengurangi beban masyarakat yang selama bertahun-tahun harus bergantung pada hujan atau air sungai yang kualitasnya tidak menentu.
Di balik perubahan itu, Alfredo berdiri sebagai salah satu local hero Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. Ia menjadi sosok yang memastikan solusi tersebut terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Setiap hari, Alfredo memeriksa kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 3,3 kWp agar tetap beroperasi optimal sehingga sistem Solar Water Treatment dapat menyediakan air bersih secara berkelanjutan bagi warga Kampung Posa.
Baca Juga:Survei Kepuasan Stakeholder Meningkat, Pertamina NRE Perkuat Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan
"Kalau listrik dari PLTS berhenti, air bersih juga ikut berhenti. Karena itu saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik," ujar Alfredo.
Baginya, merawat PLTS bukan sekadar pekerjaan teknis. Tanggung jawab itu berarti menjaga agar ratusan warga tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang sebelumnya sulit mereka dapatkan. Dengan memastikan sistem terus berfungsi, Alfredo turut menjaga keberlanjutan manfaat program sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya yang mereka miliki.
Di Lombok Tengah, kisah serupa juga dialami Burhanudin. Dahulu, Kelompok Masyarakat Tani Hutan Bina Lestari di Desa Tumpak kesulitan mengembangkan usaha karena keterbatasan energi. Mesin produksi Virgin Coconut Oil (VCO) hanya dapat beroperasi secara terbatas sehingga hasil hutan yang dikelola masyarakat belum mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal.
Setelah hadirnya PLTS berkapasitas 6,6 kWp melalui Program Desa Energi Berdikari, keadaan mulai berubah. Burhanudin dipercaya menjadi pengelola sekaligus penjaga operasional pembangkit tersebut.
"Sekarang produksi bisa berjalan lebih lancar. Listrik dari PLTS membuat kami lebih percaya diri mengembangkan usaha," ujarnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
