Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18.25 WIB

Atasi Krisis Listrik Sumatera, ESDM Percepat Pembangunan PLTA Batang Toru

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. (ANTARA) - Image

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. (ANTARA)

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) agar dapat segera terhubung dengan jaringan Sumatera.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan percepatan dilakukan untuk mengatasi tantangan yang terjadi di sistem kelistrikan di Sumatera akibat robohnya lima menara transmisi imbas dari bencana hidrologi pada November 2025.

Ia menilai bahwa PLTA yang dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) itu krusial untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Sumatera.

"Ini merupakan upaya percepatan kita untuk penyediaan dan keandalan energi secara nasional. Khususnya, kondisi energi di wilayah Sumatera cukup kritis sehingga kita memerlukan antisipasi. Dengan keterbatasan ketersediaan energi primer yang lain, kita sudah memiliki PLTA Batang Toru yang bisa on-grid," ujar Yuliot dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (1/8).

Yuliot mengatakan, Urgensi pengoperasian pembangkit semakin meningkat setelah bencana hidrologi pada November 2025 merobohkan lima menara transmisi dan merusak infrastruktur pendukung jaringan kelistrikan.

"Pembangunan kembali jalur transmisi ini dilakukan secara terakselerasi agar energi listrik dari PLTA Batang Toru dapat disalurkan dengan optimal ke dalam jaringan transmisi Sumatera," ujarnya.

Selain kendala transmisi, proyek Rp 21,6 triliun ini juga sempat terhambat perizinan dan administrasi. Kepastian kelanjutan diperoleh setelah Menteri Lingkungan Hidup mencabut sanksi administratif melalui Keputusan Nomor 1444 Tahun 2026 pada 16 Maret 2026, disusul persetujuan untuk melanjutkan konstruksi.

Yuliot menjelaskan, saat ini proses administrasi berjalan paralel dengan uji teknis pembangkit yang memerlukan genangan air.

"Testing yang dilakukan ini namanya PLTA kan harus ada genangan. Kalau tidak ada genangan, testing tidak bisa kita lakukan. Berarti antara penyelesaian administratif dan juga pelaksanaan testing itu kita lakukan secara paralel," ucapnya

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore