Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 06.33 WIB

Potensi Biomassa Belum Optimal Dimanfaatkan, IBI Diusulkan sebagai Acuan Harga Bioenergi

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar. (dok. PLN EPI) - Image

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar. (dok. PLN EPI)

JawaPos.com - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan penyerapan 10 juta ton biomassa pada 2030 sebagai upaya mendorong bioenergi menjadi pilar ketahanan energi nasional. Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, mengatakan, bioenergi akan menjadi salah satu pilar penting ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target net zero emissions (NZE) 2060.

"Kami menargetkan penyerapan biomassa 10 juta ton pada 2030, meningkat dari target 3,65 juta ton pada 2026," katanya saat audiensi dengan Dewan Energi Nasional (DEN), dikutip Rabu (23/6).

Pencapaian target tersebut diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi hampir Rp 4 triliun dan menurunkan emisi hingga 11 juta ton karbon ekuivalen. Hokkop menjelaskan Indonesia memiliki potensi biomassa dari limbah agro mencapai 80 juta ton per tahun.

Namun, pemanfaatannya baru 20 juta ton yang sebagian besar justru terserap untuk kebutuhan ekspor dan industri. Pada 2025, PLN hanya menyerap 2,35 juta ton biomassa untuk kebutuhan pembangkit. Sementara, ekspor biomassa sudah mencapai sekitar 8,5 juta ton dan sisanya oleh sektor industri.

"Hal ini menunjukkan potensi bioenergi nasional masih sangat besar untuk dioptimalkan bagi kepentingan domestik," kata Hokkop.

Anggota DEN Johni Jonathan Numberi mengatakan, biomassa akan menjadi salah satu sumber energi yang berperan penting dalam bauran energi nasional menuju NZE 2060. Menurut Johni, pemerintah melalui PP Nomor 40 Tahun 2025 telah menetapkan energi baru terbarukan sebagai tulang punggung sistem energi masa depan.

Dalam skenario tersebut, biomassa diproyeksikan terus meningkat pemanfaatannya bersama energi surya dan gas bumi.

"PLTU kita rata-rata memiliki umur ekonomis operasi yang panjang. Karena itu, cofiring biomassa menjadi langkah yang penting untuk mengurangi emisi sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional," kata Johni.

Selain biomassa, PLN EPI mulai mempercepat pengembangan compressed biomethane gas (CBG), yang berasal dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore