Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 16.35 WIB

Di Tengah Optimisme Perdamaian, Harga Minyak Brent dan WTI Kembali Naik Tipis

Kapal di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera) - Image

Kapal di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kembali naik tipis pada perdagangan Jumat (3/7) seiring optimisme yang tetap berhati-hati terhadap upaya perdamaian di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran.

Melansir Reuters kontrak berjangka Brent naik 17 sen, atau 0,24 persen, menjadi USD 72,10 per barel pada pukul 01.55 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik 14 sen, atau 0,20 persen, menjadi USD 68,83 per barel.

Pasar keuangan AS akan tutup pada hari Jumat menjelang libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada hari Sabtu.Pada sesi perdagangan sebelumnya, kedua acuan harga minyak tersebut menyentuh level terendah sejak sebelum perang antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari.

Secara mingguan, harga Brent turun 0,02 persen, sedangkan WTI naik 0,12 persen, yang merupakan pergerakan mingguan paling kecil dalam beberapa bulan terakhir.

"Ini merupakan bentuk optimisme yang tetap berhati-hati. Pasar ingin percaya bahwa upaya perdamaian akan bertahan, tetapi masih melakukan antisipasi hingga melihat bukti nyata bahwa kondisi di lapangan benar-benar membaik," kata Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade dikutip Reuters, Jumat (3/7).

Sejumlah negara mulai meningkatkan produksi setelah kembali dibukanya Selat Hormuz, yang sebelum pecahnya perang menjadi jalur pengiriman sekitar seperlima pasokan harian minyak dunia serta gas alam cair (LNG).

Produksi minyak Kuwait melonjak menjadi 1,65 juta barel per hari (bph) pada Juni, dari 580.000 bph pada Mei, menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut kepada Reuters pada Kamis. Negara anggota OPEC itu meningkatkan ekspor setelah tercapainya perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Selain itu, sedikitnya lima kapal tanker super yang mengangkut total 10 juta barel minyak Arab Saudi telah keluar dari Selat Hormuz. Sementara itu, Saudi Aramco beralih menggunakan harga spot untuk mempercepat penjualan minyak ke pasar Asia, menurut sumber perdagangan dan data pelayaran.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore