
Komando militer tertinggi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran(The Straits Times)
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kembali turun pada perdagangan Selasa (30/6) setelah Amerika Serikat dan Iran saling serang rudal yang berpotensi menghambat perjanjian perdamaian antara kedua negara.
Melansir Reuters, Selasa (30/6), kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus, yang berakhir pada hari Selasa, turun 1,03 persen atau 75 sen menjadi USD 72,40 per barel pada pukul 00.38 GMT. Sementara itu Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,66 persen atau 47 sen menjadi USD 70,32 per barel.
"Investor mulai memperhitungkan harapan akan hasil positif dari pembicaraan di Doha, meskipun normalisasi arus pelayaran melalui Selat Hormuz secara nyata masih belum terlihat. Pasar tetap berhati-hati namun optimistis, sambil tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan hingga ada tanda-tanda deeskalasi yang lebih nyata," Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan kepada televisi pemerintah pada hari Senin bahwa para ahli dari Iran dan Oman akan memulai pembicaraan dalam beberapa hari mendatang untuk mendefinisikan kembali jalur transit melalui Selat Hormuz.
Ia menyebut bahwa Iran akan berupaya menghalangi kapal-kapal yang berlayar di luar jalur yang telah ditentukan. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan tidak akan ada pertemuan negosiasi dalam bentuk apa pun dengan pihak Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan.
"Pertemuan di Doha mungkin akan menjadi penting, mungkin juga tidak. Kita akan segera mengetahuinya," ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada para wartawan di Ruang Oval.
Ketidakpastian mengenai apakah kedua belah pihak benar-benar akan bertemu menunjukkan rapuhnya kesepakatan pada 17 Juni untuk menghentikan sementara pertempuran yang telah mengganggu arus pasokan minyak global melalui Selat Hormuz.
Situasi ini juga menjadi tantangan politik bagi Trump menjelang pemilu Kongres Amerika Serikat pada bulan November. Israel tidak ikut serta dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta mengambil jarak dari kesepakatan tersebut.
Sementara itu, para produsen minyak dan gas alam cair (LNG) di Timur Tengah tetap melanjutkan proses pemuatan minyak dan LNG meskipun terjadi serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta kembali meningkatnya serangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir, menurut data pelayaran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022