Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 16.47 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia kembali Turun di Tengah Ketegangan AS-Iran

Komando militer tertinggi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran(The Straits Times) - Image

Komando militer tertinggi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran(The Straits Times)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kembali turun pada perdagangan Selasa (30/6) setelah Amerika Serikat dan Iran saling serang rudal yang berpotensi menghambat perjanjian perdamaian antara kedua negara.

Melansir Reuters, Selasa (30/6), kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus, yang berakhir pada hari Selasa, turun 1,03 persen atau 75 sen menjadi USD 72,40 per barel pada pukul 00.38 GMT. Sementara itu Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,66 persen atau 47 sen menjadi USD 70,32 per barel.

"Investor mulai memperhitungkan harapan akan hasil positif dari pembicaraan di Doha, meskipun normalisasi arus pelayaran melalui Selat Hormuz secara nyata masih belum terlihat. Pasar tetap berhati-hati namun optimistis, sambil tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan hingga ada tanda-tanda deeskalasi yang lebih nyata," Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan kepada televisi pemerintah pada hari Senin bahwa para ahli dari Iran dan Oman akan memulai pembicaraan dalam beberapa hari mendatang untuk mendefinisikan kembali jalur transit melalui Selat Hormuz.

Ia menyebut bahwa Iran akan berupaya menghalangi kapal-kapal yang berlayar di luar jalur yang telah ditentukan. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan tidak akan ada pertemuan negosiasi dalam bentuk apa pun dengan pihak Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan.

"Pertemuan di Doha mungkin akan menjadi penting, mungkin juga tidak. Kita akan segera mengetahuinya," ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada para wartawan di Ruang Oval.

Ketidakpastian mengenai apakah kedua belah pihak benar-benar akan bertemu menunjukkan rapuhnya kesepakatan pada 17 Juni untuk menghentikan sementara pertempuran yang telah mengganggu arus pasokan minyak global melalui Selat Hormuz.

Situasi ini juga menjadi tantangan politik bagi Trump menjelang pemilu Kongres Amerika Serikat pada bulan November. Israel tidak ikut serta dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta mengambil jarak dari kesepakatan tersebut.

Sementara itu, para produsen minyak dan gas alam cair (LNG) di Timur Tengah tetap melanjutkan proses pemuatan minyak dan LNG meskipun terjadi serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta kembali meningkatnya serangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir, menurut data pelayaran.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore