Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2026 | 16.03 WIB

Ketegangan di Selat Hormuz Mereda, Harga Minyak Brent & WTI Terkoreksi Tipis

Kapal dan perahu di Selat Hormuz. (REUTERS/Stringer) - Image

Kapal dan perahu di Selat Hormuz. (REUTERS/Stringer)

JawaPos.com - Meredanya kekhawatiran terhadap pasokan setelah dibukanya Selat Hormuz membuat harga minyak dunia kembali melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Jumat (26/6).

Melansir Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 19 sen, atau 0,25 persen, menjadi USD 75,07 per barel pada pukul 00.55 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 13 sen, atau 0,18 persen, menjadi USD 71,79 per barel.

Kedua acuan harga minyak dunia tersebut sempat melonjak lebih dari 2 persen pada Kamis (25/6) setelah sebuah kapal kargo terkena proyektil yang belum diketahui asalnya di dekat Oman. Insiden itu mendorong badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan sementara skema evakuasi sukarela yang mereka jalankan.

Sementara itu, dua pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa Iran menembaki kapal kargo tersebut saat berusaha melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, otoritas Iran menyatakan bahwa keamanan kapal-kapal yang berlayar di luar jalur pelayaran resmi di Hormuz tidak dapat dijamin.

"Seiring premi risiko geopolitik kembali meningkat dalam harga minyak, pasar akan mencermati apakah lalu lintas kapal tanker dapat kembali normal atau apakah hambatan terbaru ini akan memaksa para produsen menunda rencana peningkatan produksi," kata analis IG, Tony Sycamore dikutip Reuters, Jumat (26/6).

Data pada Kamis menunjukkan bahwa pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz minggu ini meningkat ke level tertinggi sejak konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran dimulai pada Februari, setelah kesepakatan gencatan senjata membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Kekhawatiran mengenai berapa lama selat itu akan tetap terbuka juga turut mendorong aktivitas perdagangan.

Total lalu lintas kapal masih jauh di bawah rata-rata harian, yaitu sekitar 125 kapal yang biasanya melintasi Selat Hormuz sebelum konflik yang dimulai pada 28 Februari. Sementara itu, gempa bumi yang terjadi di Venezuela pada Kamis juga menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak.

Penilaian awal oleh para pekerja menunjukkan bahwa kerusakan pada infrastruktur minyak, gas, dan kilang Venezuela sejauh ini terbatas, karena sebagian besar wilayah produksi utama, kilang, jaringan pipa, dan terminal berada jauh dari daerah yang paling terdampak gempa.

Meskipun demikian, gangguan pasokan listrik menimbulkan keraguan apakah produksi minyak Venezuela dapat dipertahankan pada tingkat sebelum gempa, yaitu sekitar 1,2 juta barel per hari, menurut sumber-sumber terkait.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore