
ExxonMobil klaim pelumas sintetis bisa pangkas konsumsi energi hingga 10 persen. (Dok. ExxonMobil)
JawaPos.com - Sektor plastik dan kemasan di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tingginya biaya produksi yang dipicu oleh gangguan rantai pasok global serta ketergantungan yang cukup besar terhadap bahan baku impor.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor plastik dan produk turunannya pada kuartal pertama tahun ini mencapai sekitar USD 2,55 miliar. Sebagian besar impor tersebut berupa bahan baku yang digunakan oleh industri dalam negeri.
Di sisi lain, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia terbaru menunjukkan adanya perbaikan setelah sebelumnya berada dalam fase kontraksi. Meski demikian, pelaku industri masih harus menghadapi berbagai tekanan, mulai dari kenaikan inflasi hingga ketidakpastian rantai pasok global yang berdampak pada efisiensi dan kelancaran proses produksi.
Melihat kondisi tersebut, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) menilai peningkatan efisiensi operasional menjadi langkah penting yang dapat dilakukan perusahaan untuk menjaga produktivitas dan daya saing. Salah satu strategi yang didorong adalah pemanfaatan pelumas sintetis yang dikombinasikan dengan layanan pendukung terintegrasi guna meningkatkan keandalan mesin dan peralatan produksi.
“Upaya efisiensi operasional menjadi salah satu fokus yang dapat langsung dikendalikan para pelaku industri. Salah satu upaya efisiensi operasional ini dapat dilakukan melalui optimalisasi pelumasan sintetis, hal ini menjadi langkah strategis dan nyata untuk meningkatkan keandalan peralatan produksi, menekan downtime, meningkatkan efisiensi energi, menjaga stabilitas produksi, serta mengendalikan operasional secara lebih konsisten,” ujar Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), Syah Reza.
Menurut perusahaan, pelumas sintetis memiliki tingkat stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan pelumas mineral atau konvensional sehingga mampu menjaga performa mesin dalam periode penggunaan yang lebih panjang. Mengingat lebih dari 60 persen kerusakan mesin berkaitan dengan praktik pelumasan yang kurang optimal, penerapan sistem pelumasan yang tepat dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan operasional.
Situasi tersebut juga menuntut tim pemeliharaan untuk memastikan seluruh peralatan produksi bekerja secara optimal sekaligus mendukung pencapaian target bisnis perusahaan melalui strategi perawatan yang lebih efektif.
EMLI menyebut penggunaan pelumas sintetis dapat memberikan sejumlah manfaat, antara lain membantu menurunkan suhu operasi mesin hingga 8,3 derajat Celsius yang berpotensi memperpanjang masa pakai pelumas hingga dua kali lebih lama.
Selain itu, penggunaan pelumas sintetis juga diklaim mampu meningkatkan efisiensi energi dengan penghematan konsumsi listrik hingga 10 persen, sekaligus membantu menjaga umur pakai komponen dan peralatan produksi.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
