Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 02.33 WIB

Prospek Cerah Industri Batubara dan Nikel Dorong Kebutuhan Kontraktor Pertambangan

Ilustrasi alat berat tengah bekerja di lahan pertambangan. (Istimewa). - Image

Ilustrasi alat berat tengah bekerja di lahan pertambangan. (Istimewa).

JawaPos.com – Permintaan listrik nasional diperkirakan meningkat sebesar 5,3 persen setiap tahunnya. Walaupun penggunaan energi baru terbarukan terus meningkat, batu bara tetap memegang peranan strategis dalam bauran energi nasional. 

Tumbuhnya permintaan listrik nasional  mendorong proyeksi pertumbuhan konsumsi batu  bara yang stabil sebagai pilar utama produksi listrik tanah air. Di sisi lain, nikel muncul sebagai komoditas penggerak masa depan yang sangat krusial bagi transisi energi global.

Indonesia saat ini telah mengukuhkan posisinya dengan mendominasi produksi nikel global dengan menguasai 67% pangsa pasar. Posisi Indonesia diproyeksikan semakin kuat, hingga mampu memimpin produksi nikel dunia dengan menguasai 74% pangsa pasar pada 2035. 

Peningkatan aktivitas pada kedua komoditas unggulan ini mendorong lonjakan kebutuhan operasional secara signifikan di lapangan. Akibatnya, skala aktivitas pertambangan menjadi jauh lebih masif dan memiliki tingkat kompleksitas teknis yang semakin tinggi. 

Peningkatan kualitas kompleksitas teknis operasional pertambangan modern, membuat pemilik tambang tidak dapat menangani semua persoalan secara langsung. Peran kontraktor jasa pertambangan menjadi semakin vital dalam kondisi ini, karena berfungsi sebagai enabler utama yang menjamin terciptanya efisiensi dan produktivitas. Kesuksesan proyek tambang sangat bergantung pada konsistensi dan kualitas eksekusi operasional di lapangan. 

"Di industri pertambangan, yang paling menentukan bukan hanya resource, tapi konsistensi eksekusi di lapangan," ujar Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa, Gahari Christine. 

Gahari yakin prospek industri pertambangan ke depan akan tetap kuat. Proyeksi untuk energi konvensional tetap stabil di tengah percepatan program hilirisasi nasional. Melihat potensi ini, Andalan berkomitmen untuk menjaga kualitas operasional serta mempererat kemitraan strategis. 

Selama 8 tahun berdiri, Andalan fokus pada penyediaan solusi end-to-end, mulai dari fase eksplorasi, produksi, hingga tahap reklamasi. Perseroan saat ini mengelola sejumlah kontrak operasional strategis, termasuk kerja sama dengan PT Satria Bahana Sarana di wilayah operasi PT Bukit Asam Tbk.  

Memasuki 2026, Andalan memperkuat posisinya dengan mengamankan berbagai kontrak baru di sektor operasional batubara. Kontrak tersebut mencakup pekerjaan dari PT Daya Bumindo Karunia, PT Intan Bumi Persada, dan PT Arkara Prathama Energi. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore