
Warga membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SBPU di Depok, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tekanan krisis energi dan perubahan iklim semakin jelas. Bagaimana menggunakan bahan bakar minyak (BBM) hari ini sangat menentukan kualitas hidup untuk masa depan. Perubahan perilaku dengan mengonsumsi BBM secara bijak menjadi usaha untuk menyelamatkan masa depan dan generasi penerus negeri ini.
Direktur The Climate Reality Project Indonesia Amanda Katili Niode berpendapat isu bijak menggunakan BBM seharusnya bukan lagi sekadar wacana, melainkan harus menjadi realitas yang harus dijalani. Konsumsi BBM masyarakat memiliki hubungan yang sangat langsung dengan krisis iklim.
“Setiap liter BBM yang kita bakar, berarti kita menambah emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Dampaknya nyata dan kita sudah merasakannya,” ujar Amanda Katili Niode.
Cuaca ekstrem, musim yang semakin sulit diprediksi, banjir di satu wilayah, dan kekeringan di wilayah lain, semua itu bukan lagi ancaman masa depan. Itu adalah kenyataan hari ini.
Dalam konteks ini, Amanda menyebut kebiasaan sehari-hari masyarakat, termasuk penggunaan BBM, menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Amanda sangat mendukung kampanye penggunaan BBM secara bijak. Namun, bijak bukan berarti membatasi secara kaku, melainkan menggunakan energi dengan kesadaran penuh. “Ini bukan soal melarang orang menggunakan kendaraan, tetapi bagaimana kita menggunakan energi secara efisien dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Langkah sederhana seperti mengurangi perjalanan yang tidak perlu, berbagi kendaraan, hingga beralih ke transportasi umum bisa menjadi bagian dari solusi. Menurut Amanda, perubahan besar justru lahir dari akumulasi tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang.
Kondisi krisis energi global saat ini, menurut Amanda, seharusnya menjadi titik balik untuk melakukan hemat dan bijak dalam mengonsumsi BBM. Ketika harga BBM naik atau pasokan terganggu, masyarakat dipaksa untuk meninjau ulang pola konsumsi yang selama ini dianggap normal.
“Ini momentum untuk berubah. Kita tidak bisa terus mengandalkan sumber energi yang terbatas dan merusak lingkungan,” ujarnya.
Ia melihat kampanye menggunakan BBM dengan bijak sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran yang lebih luas tentang keberlanjutan. Bukan sekadar respons sesaat, tetapi awal dari perubahan gaya hidup.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022