Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Maret 2026, 03.45 WIB

Kajian LPEM FEB UI Ukur Dampak Nyata AMMAN, Andil ke PDB Nasional capai Rp 173,4 Triliun

Lahan pertambangan milik PT Amman Mineral Internasional Tbk. (dok. AMMN) - Image

Lahan pertambangan milik PT Amman Mineral Internasional Tbk. (dok. AMMN)

 

JawaPos.comKajian yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menemukan bahwa aktivitas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan output, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, serta penguatan posisi fiskal dan neraca eksternal Indonesia.

Sepanjang periode kajian (2018 hingga 2024), kontribusi AMMAN terhadap pembentukan PDB nasional mencapai Rp 173,4 triliun, atau rata-rata Rp 24,8 triliun per tahun, setara sekitar 0,13 persen dari PDB Atas Dasar Harga Berlaku nasional tahun 2024. Selain kontribusi makro, kajian juga menunjukkan dampak sosial ekonomi yang luas.

Menurut Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI, Uka Wikarya, kegiatan usaha AMMAN berperan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah. "Temuan kajian menunjukkan bahwa kontribusi AMMAN tidak hanya terlihat pada angka-angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas. Kegiatan operasional AMMAN menciptakan rangkaian efek berganda yang luas," ujar Uka saat media gathering dan buka puasa AMMAN bersama media, beberapa waktu lalu.

Misalnya, lanjut Uka, kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan yang turut menghidupkan usaha para petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal. Begitu pula dengan kebutuhan logistik dan jasa lainnya yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah.

"Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi yang dipicu AMMAN berdampak dengan skala luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat," ujar Uka.

Kajian juga mencatat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan pendapatan rumah tangga sebesar Rp 67,6 triliun dalam enam tahun. Peningkatan pendapatan ini turut berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan nasional sebesar 0,024 hingga 0,098 poin persentase (atau sekitar 80 ribu hingga 206 ribu orang), serta penurunan tingkat pengangguran nasional sebesar 0,012 hingga 0,069 poin persentase (atau sekitar 29 ribu hingga 90 ribu orang).

Pada sisi fiskal, AMMAN juga memberikan kontribusi yang substansial terhadap penerimaan negara. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, total kontribusi fiskal perusahaan, baik pembayaran langsung ke kas negara maupun tidak langsung oleh wajib pajak yang terdampak aktivitas AMMAN, mencapai Rp 39,05 triliun.

Angka tersebut mencakup pembayaran pajak, royalti, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta peningkatan penerimaan fiskal dari sektor-sektor terkait.

Dari perspektif eksternal, aktivitas ekspor AMMAN juga berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap neraca pembayaran Indonesia. Total ekspor perusahaan mencapai USD 10,29 miliar selama periode kajian, yang menghasilkan penghematan devisa bersih sebesar USD 7,66 miliar, atau rata-rata USD1,09 miliar per tahun. Temuan ini mengindikasikan peran AMMAN dalam memperkuat stabilitas eksternal dan cadangan devisa Indonesia.

Dampak terhadap Ketenagakerjaan Daerah dan Nasional

Dalam aspek ketenagakerjaan, aktivitas AMMAN rata-rata menghasilkan sekitar 55 ribu lapangan kerja per tahun secara nasional. Angka ini mencapai puncaknya pada tahun 2024 dengan lebih dari 105 ribu kesempatan kerja.

Penciptaan lapangan kerja ini tidak hanya berasal dari kegiatan operasional langsung perusahaan, tetapi juga melalui efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor-sektor ekonomi lain yang terhubung langsung dan tidak langsung dalam rantai pasok domestik.

Kedepan, LPEM FEB UI menilai bahwa beroperasinya smelter tembaga AMMAN diharapkan akan semakin meningkatkan nilai tambah domestik, memperkuat hilirisasi industri mineral nasional, dan mendorong perkembangan industri hilir berbasis logam seperti elektronik, energi, dan manufaktur.

Paparan yang disampaikan Uka tersebut merupakan hasil kajian bertajuk 'Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN)' yang mengestimasi kontribusi kegiatan pertambangan, pembangunan smelter, dan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN terhadap perekonomian skala nasional dan daerah sepanjang periode 2018 hingga 2024.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore