
Selat Hormuz adalah salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia, yang ditutup buntut perang antara AS-Israel melawan Iran. Penutupan Selat Hormuz diperkirakan bakal mengerek harga minyak dunia. (Google Maps)
JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan dua dari empat kapal yang tengah beroperasi di Timur Tengah sudah keluar dari area konflik, tepatnya Teluk Oman. Keduanya yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon.
Meski begitu, dua kapal lainnya masih beroperasi di kawasan konflik, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di Teluk Arab. Kapal-kapal ini sendiri sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya sendiri hingga kini dalam kondisi aman.
Kapal Gamsunoro sendiri melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Baca Juga:Ramalan Shio Anjing dan Babi Besok Kamis 12 Maret 2026: Ada Hoki dalam Kerja Profesional Menanti!
“Dua kapal masih di Teluk Arab/Teluk Persia belum bisa melewati Hormuz. Ada 2 kapal yg sudah beranjak dari Timur Tengah. Namun, kapal-kapal ini sebelumnya memang tidak dari Teluk Arab dan tidak melalui Selat Hormuz,” kata Vega Pita, Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping kepada JawaPos.com, Rabu (11/3).
Meski terdapat kapal yang tertahan, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia. Hal ini lantaran didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya.
“Aman (pasokan BBM dalam negeri), ada 345 kapal lainnya di bawah pengelolaan Pertamina Group yang menopang rantai pasok dan distribusi energi nasional,” jelasnya.
Pertamina Group bersama dengan pemerintah menerapkan pendekatan Regular, Alternative, and Emergency untuk menentukan strategi rantai pasok yang paling efektif dan aman. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi serta memastikan proses distribusi berjalan lancar.
Di sisi lain, PIS melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh secara real-time terhadap posisi seluruh armada, kru, dan pekerja. Koordinasi juga terus dijalin secara erat dengan otoritas maritim serta pihak berwenang di wilayah setempat guna menjamin keamanan dan keselamatan awak kapal maupun muatan yang diangkut.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
