
Sejak aktif pada 13 November 2025, Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pertamina memantau ketat kebutuhan energi di wilayah bencana di Sumatera Utara. (Istimewa)
JawaPos.com - Hujan deras yang memicu banjir besar di Sumatera, termasuk Aceh membuat akses darat di sejumlah titik lumpuh.
Di tengah situasi genting itu, Pertamina (Persero) menjalankan operasi pengiriman energi yang penuh ketegangan.
Demi memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas tidak terputus, deretan mobil tangki harus menempuh jalur ekstrem dengan kondisi yang berubah setiap jam.
Sejak aktif pada 13 November 2025, Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pertamina memantau ketat kebutuhan energi di wilayah bencana.
Tugas mereka bukan sekadar memastikan stok aman, tetapi juga mencari jalur distribusi yang masih mungkin dilintasi—meski penuh risiko.
“Pertamina mengapresiasi bantuan dari seluruh pihak, sehingga Pertamina dapat menyalurkan energi di tengah situasi bencana. Koordinasi dengan berbagai pihak diperlukan, agar mobil tangki dapat mendistribusikan BBM dengan aman dan tetap mengedepankan aspek safety,” jelas Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron.
Melalui PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin sebagai anak usaha yang bergerak di bidang distribusi & logistik energi, pada Jumat sore, 28 November 2025, sebanyak 14 unit Mobil Tangki kapasitas 16.000 Liter yang mengangkut Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar telah diberangkatkan dari Integrated Terminal Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.
Mobil tangki ini diarahkan menuju Kota Bukittinggi, melalui jalur Sitinjau Lauik. Jalur ini dikenal sebagai bagian dari Jalur Lintas Sumatera yang menghubungkan Kota Padang dan Solok di Sumatera Barat, dengan medan ekstrem yakni tanjakan curam dan tikungan tajam.
Jalur Sitinjau Lauik menjadi alternatif bagi distribusi BBM. Pasalnya, sejak Kamis (27/11), akses jalan dari Kota Padang ke Bukittinggi tidak bisa dilalui karena banjir akibat luapan Sungai Batang Anai merendam akses jalan utama Padang-Bukittinggi tersebut.
Integrated Terminal Teluk Kabung berkapasitas lebih dari 125 ribu kilo liter, pada kondisi normal melayani distribusi hingga ke Dumai, Pekanbaru, Kepulauan Mentawai dan Kota/Kabupaten di Wilayah Sumatera Barat lainnya.
Saat ini, IT Teluk Kabung diprioritaskan untuk memenuhi suplai ke sekitar wilayah Padang, yakni Kota Payakumbuh, Bukittinggi, Dharmasraya, Solok Selatan. Selain itu, akses Kabupaten Pesisir Selatan dan akses Kabupaten Pasaman Barat.
IT Teluk Kabung juga memiliki Terminal LPG berkapasitas lebih dari 2.800 metrik ton, yang disalurkan ke agen dan pangkalan LPG di sekitar wilayah Sumatera Barat.
Sementara itu, Pertamina juga telah melakukan penyaluran BBM melalui Terminal BBM Sibolga, di Sumatera Utara, dengan alur suplai ke Kota Sibolga, Pandan, Muriaha (Tapanuli Tengah).
Serta Terminal BBM Lhokseumawe, Aceh, dengan alur suplai ke wilayah lintas barat, yakni ke Batuphat hingga Lhokseumawe, dan wilayah lintas timur yakni Tepin Punti hingga Aceh Utara.
Wilayah tersebut juga terimbas banjir dengan sebagian kondisi jalan terputus akibat material longsor dan luapan banjir.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
