
PLTB Sidrap yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi, Senin (2/7).
JawaPos.com - Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin) (PLTB) dianggap sebagai energi terbarukan yang positif sebagai pengganti energi yang mencemari lingkungan. Namun, ada kekurangan pada energi ini yang rentan dengan gangguan apalagi dalam skala besar.
Tim riset Institut Teknologi PLN (ITPLN) kemudian memperkenalkan Virtual Inertia Control System (VICS), teknologi yang dirancang untuk menjaga stabilitas listrik pada pembangkit tenaga angin, dalam konferensi internasional ICEMS 2025 di Busan, 16–19 November 2025.
Delegasi ITPLN terdiri dari Dr. Marwan Rosyadi selaku Ketua Pusat Kajian Advanced Energy and Power System Solution, bersama Prof. Syamsir Abduh dan Ir. Ibnu Hajar, MSc. Dalam ajang tersebut, Prof. Syamsir dan Dr. Marwan dipercaya menjadi Oral Session Chair dan memaparkan riset tentang VICS sebagai solusi menjaga kestabilan jaringan listrik.
Prof. Syamsir menjelaskan bahwa ketika pembangkit tenaga angin mengalami gangguan besar seperti korsleting, frekuensi listrik bisa turun drastis dan memicu risiko blackout. Teknologi VICS dibuat untuk mencegah hal ini dengan cara meniru “inersia” pada generator konvensional.
"Teknologi ini bekerja seperti refleks cepat pada tubuh manusia. Ia menahan guncangan awal agar jaringan tetap stabil sebelum sistem utama bereaksi," ujar Prof. Syamsir di Busan, Senin (17/11).
Riset ini memanfaatkan kontrol pada inverter berbasis STATCOM dan Battery Energy Storage System (BESS). Dengan metode ini, ia menerangkan bahwa pembangkit berbasis inverter yang biasanya tidak memiliki inersia alami bisa memberi respons cepat saat terjadi gangguan pada jaringan.
Menurut Prof. Syamsir, VICS terbukti memberi hasil lebih stabil dibanding metode konvensional setelah diuji melalui simulasi menggunakan perangkat lunak PSCAD/EMTDC. Sistem ini mampu menekan fluktuasi frekuensi secara signifikan dan membuat jaringan listrik lebih tangguh terhadap perubahan beban maupun kegagalan pembangkit angin.
"Energi angin itu bersih, tetapi sifatnya tidak stabil. Karena itu diperlukan solusi cerdas agar jaringan tetap andal, dan VICS menjawab kebutuhan itu," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari upaya ITPLN mendukung target net-zero emission 2050 sekaligus memastikan sistem kelistrikan nasional dan global tetap kuat di tengah transisi energi. Dalam ICEMS 2025, Prof. Syamsir juga mendapat kehormatan menjadi salah satu session chair.
ICEMS 2025 dihadiri ratusan peneliti dan akademisi dari berbagai negara, menjadi ajang penting untuk berbagi inovasi dan temuan terbaru di bidang mesin listrik serta energi terbarukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Jokowi Dikabarkan Deklarasi jadi Ketum PSI Awal November, KDM Disebut Ikut Pindah Gerbong
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Dari Proyek Televisi ke Liga Champions, Kisah Mirwan Suwarso dan Como 1907
KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan Gibran pada Pilpres 2029 Mendatang
Manajer Persipura Pasang Target Tinggi, Enam Poin Jadi Harga Mati di Dua Laga
Prediksi Skor Sevilla vs Osasuna: Los Rojillos Bidik Poin, Rekor Arrasate Jadi Ancaman!
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs PSM Makassar: Juku Eja Paksa Berbagi Poin!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022