
Peruri capai carbon offset 102 persen lewat ruang hijau area pabrik
JawaPos.com - Direktur Sumber Daya Manuia (SDM), Teknologi, dan Informasi Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) Gandung Anggoro Murdani menyatakan bahwa dominasi area hijau di area produksi di Karawang, Jawa Barat, membuat perhitungan carbon offset operasional mencapai 102 persen. Ia mengatakan, perseroan telah menerapkan sejumlah upaya untuk mempercepat implementasi program keberlanjutan, sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk merealisasikan Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Keberlanjutan bagi kami bukan sekadar jargon, tetapi praktik nyata yang sudah berjalan di lapangan," ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (28/9).
Tidak hanya di Karawang, perusahaan juga menyediakan ruang terbuka hijau dengan konsep penggunaan lahan dengan kepadatan rendah (low-rise density) serta konsep pengubahan fungsi bangunan sembari tetap mempertahankan karakter historis dan struktur aslinya (adaptive reuse) di Taman Kota Peruri. Area yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersebut merupakan bekas area pabrik percetakan uang milik Peruri.
Gandung menuturkan, pengubahan fungsi lahan tersebut adalah salah satu upaya pihaknya untuk menjaga jejak karbon tetap rendah. Sehingga memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional, sekaligus memberikan ruang publik yang sehat bagi masyarakat.
"Keberlanjutan adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang, dan Peruri ingin menjadi bagian penting dalam perjalanan itu," katanya pula.
Selain membangun berbagai ruang terbuka hijau, ia menyampaikan bahwa perseroan juga berkomitmen mendukung pengembangan industri rendah karbon melalui penyusunan Roadmap Peruri Hijau, transformasi bisnis, serta digitalisasi. Untuk menegakkan implementasi roadmap tersebut, Gandung mengatakan pihaknya telah mengembangkan green dashboard yang mampu memantau penggunaan energi, konsumsi air, pengelolaan limbah, serta emisi gas rumah kaca secara real-time dan terintegrasi.
Selanjutnya, ia menuturkan, digitalisasi mampu memangkas jejak karbon melalui pengurangan penggunaan kertas serta peningkatan efisiensi operasional. Perusahaan juga menggunakan clean-tech machine yang dapat menekan emisi karbon dalam rantai produksi.
"Kami memulai langkah transformasi melalui digitalisasi proses, digitalisasi produk, hingga penggunaan mesin berteknologi ramah lingkungan (low-emission machine)," ujarnya lagi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
