Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2026 | 06.33 WIB

IFG Pangkas 12 Entitas, Dony Oskaria Soroti Risiko Salah Kelola Investasi Asuransi BUMN

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama jajaran Direksi IFG membahas percepatan streamlining, tata kelola investasi, dan manajemen risiko. IFG telah memangkas 12 entitas sebagai bagian dari transformasi ekosistem BUMN. (Istimewa) - Image

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama jajaran Direksi IFG membahas percepatan streamlining, tata kelola investasi, dan manajemen risiko. IFG telah memangkas 12 entitas sebagai bagian dari transformasi ekosistem BUMN. (Istimewa)

JawaPos.com - Penyederhanaan struktur perusahaan pelat merah terus bergulir sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas tata kelola.

Langkah tersebut juga diarahkan untuk mengurangi risiko bisnis, termasuk di sektor asuransi dan penjaminan yang selama ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan investasi.

"Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah misinvestment," ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, saat bertemu jajaran direksi Indonesia Financial Group (IFG), dikutip dari Instagram resmi BP BUMN.

Pertemuan itu membahas percepatan program streamlining, perkembangan transformasi holding, hingga pembenahan tata kelola dan efisiensi perusahaan asuransi BUMN.

Dalam kesempatan tersebut, Dony menyampaikan bahwa keberhasilan transformasi tidak cukup diukur dari berkurangnya jumlah entitas perusahaan. Menurutnya, kualitas pengelolaan investasi menjadi faktor yang menentukan kesehatan industri asuransi di masa depan.

Ia menjelaskan, banyak persoalan yang pernah terjadi dipicu oleh ketidakseimbangan antara kewajiban perusahaan (liabilities) dengan penempatan investasinya. Kondisi tersebut membuat perusahaan memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi.

"Selama ini banyak persoalan muncul karena tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah yang menyebabkan kita terekspos dengan risiko yang cukup besar," katanya.

Dony juga menyoroti komposisi portofolio investasi yang masih perlu dibenahi. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan kewajiban perusahaan yang terus meningkat harus diimbangi dengan kinerja aset investasi yang mampu menghasilkan imbal hasil memadai.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore