Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 04.48 WIB

Pertamina Bukukan Pendapatan Rp 672 Triliun pada Semester I 2025

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (istimewa) - Image

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (istimewa)

JawaPos.com – PT Pertamina (Persero) membukukan kinerja positif sepanjang Semester I 2025. Hingga Juli 2025, perusahaan pelat merah ini berhasil membukukan pendapatan senilai USD 40,9 miliar atau setara Rp 672 triliun, dengan EBITDA sebesar USD 6,2 miliar atau sekitar Rp 102,8 triliun. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa capaian itu diperoleh di tengah penurunan parameter signifikan pada harga minyak mentah, solar, dan kurs dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan periode 2024. "Pertamina mampu mempertahankan kinerja keuangan dan operasional yang handal melalui berbagai upaya dan respon strategis," ujar Simon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (11/9). 

Dia membeberkan, hingga Semester I 2025, Pertamina berhasil menjaga produksi migas tetap di atas 1 juta barrel setara minyak per hari (BOEPD). Selain itu, perseroan menemukan cadangan migas baru sebesar 724 juta barrel setara minyak (MMBOE) di wilayah kerja Rokan. Simon menambahkan, sejumlah program strategis juga telah dijalankan. Diantaranya, memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) pertama di Asia Tenggara dengan kapasitas 9.000 barrel per hari. 

"Lalu, mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai berkapasitas 800 GWh, serta merevitalisasi tangki Arun dengan kapasitas 127.200 m³ yang ditargetkan rampung pada akhir 2025," bebernya. 

Untuk diketahui, Pertamina SAF merupakan bahan bakar pesawat berkelanjutan yang dihasilkan melalui teknologi co-processing antara Kerosene dan Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah. Menurutnya, ekosistem bisnis UCO SAF bukan hanya mendukung swasembada energi nasional namun juga mampu mendorong perekonomian mikro dan ekonomi sirkuler. 

"Selain itu, Pertamina juga melanjutkan proyek Palawan di Filipina dengan kapasitas 285 MW dan meluncurkan Pertamax Green 95 di 160 outlet, dengan volume penjualan mencapai 4,83 ribu KL hingga Juli 2025," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore