
Japan’s first osmotic power plant uses the process of osmosis to power a turbine that in turn creates energy. (Photograph: Fukuoka Area Waterworks Agency/the Guardian)
JawaPos.com – Jepang resmi membuka pembangkit listrik osmotik pertamanya di Kota Fukuoka, bagian barat daya negara itu. Fasilitas ini menjadi pembangkit kedua di dunia yang menggunakan teknologi osmosis sebagai sumber energi. Energi osmotik pertama kali digunakan oleh Denmark.
Energi osmotik merupakan energi yang dihasilkan dari perbedaan kadar garam antara air tawar dan air laut. Dilansir dari The Guardian, Selasa (26/8), pembangkit ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 880.000 kilowatt jam listrik (kWh) setiap tahun. Jumlah ini setara dengan kebutuhan listrik sekitar 220 rumah tangga di Jepang.
Ahli sumber energi alternatif dari University of Technology Sydney (UTS) Ali Altaee menyebut energi ini punya keunggulan yang tidak ada di energi terbarukan lainnya. "Energi ini tersedia sepanjang waktu, terlepas dari angin, cuaca, atau kondisi lainnya," ujar Altaee.
Biasanya pembangkit listrik dengan energi terbarukan menggunakan matahari seperti pembangkit tenaga surya. Pembangkit osmotik memanfaatkan prinsip alami osmosis, yaitu pergerakan air dari larutan berkonsentrasi rendah ke tinggi melalui membran semipermeabel.
Di Fukuoka, air tawar yang digunakan adalah air limbah olahan dan air laut diletakkan di kedua sisi membran. Ketika air laut mengalami peningkatan tekanan dan penurunan salinitas, air dialirkan ke turbin yang terhubung ke generator. Kegiatan inilah yang menghasilkan listrik.
Menurut Professor Sandra Kentish dari University of Melbourne, meski konsepnya sederhana, tantangan utama pembangkit osmotik adalah efisiensi energi. Banyak energi yang hilang dalam proses pemompaan dan gesekan di membran.
"Meskipun energi dilepaskan ketika air asin dicampur dengan air tawar, banyak energi yang hilang saat memompa kedua aliran ke pembangkit listrik dan akibat kehilangan gesekan di antara membran. Ini berarti energi bersih yang bisa diperoleh kecil," ujarnya.
Dibandingkan pembangkit di Mariager, Denmark, fasilitas Jepang disebut memiliki ukuran lebih besar dengan kapasitas operasi yang hampir sama. Demonstrasi serupa juga pernah dilakukan di Norwegia dan Korea Selatan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
