
ILUSTRASI PLTS Terapung. (ANTARA)
JawaPos.com – Proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Saguling berkapasitas 92MWp resmi mendapatkan pendanaan sebesar USD 60 juta dari Standard Chartered, DEG (Jerman) dan Proparco (Prancis).
Proyek ini menjadi inisiatif pertama dalam kerangka Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia yang berhasil memobilisasi investasi konkret dari sektor keuangan internasional.
"Standard Chartered siap mendukung transisi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dengan membiayai proyek energi terbarukan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan dampak positif secara jangka panjang," ujar Donny Donosepoetro OBE, CEO Standard Chartered Indonesia, Rabu (30/4).
Ia menambahkan, partisipasi pihaknya dalam proyek ini menjadi bukti komitmen mobilisasi modal swasta untuk investasi energi bersih melalui kemitraan JETP.
Proyek yang digarap bersama PLN Indonesia Power dan ACWA Power ini diperkirakan akan mengurangi emisi karbon sebesar 63.100 ton per tahun dan menambah kapasitas energi surya nasional hingga 13 persen. Lokasinya berada di Waduk Saguling, Jawa Barat.
Sementara itu, Monika Beck dari jajaran manajemen DEG menyatakan bahwa pihaknya juga mengaku bangga dapat mempromosikan teknologi energi terbarukan yang inovatif bersama mitra kami.
"Ini adalah proyek PLTS terapung pertama yang kami danai di Indonesia, dan kami percaya ini akan membawa dampak transformasional bagi sektor energi nasional," paparnya.
Françoise Lombard, CEO Proparco, menekankan pentingnya proyek ini sebagai tonggak energi bersih.
“Saguling menjadi pilar transisi energi Indonesia di bawah JETP. Ini juga menandai investasi pertama kami dalam teknologi PLTS terapung, mempertegas komitmen terhadap inovasi.”
Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari komunitas diplomatik. Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone.
“Pembiayaan dari Proparco menunjukkan komitmen kami untuk mendorong inovasi energi terbarukan di Indonesia.”
Sementara Duta Besar Jerman Ina Lepel menilai pendanaan ini sebagai langkah konkret dari kolaborasi IPG dan GFANZ dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Presiden Direktur PT PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menyebut proyek ini sebagai bagian dari langkah PLN menuju emisi nol bersih.
“Kami bangga mengembangkan proyek PLTS Terapung Saguling yang menjadi simbol komitmen kami dalam mendukung target Net Zero Emission 2060. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan ekonomi Indonesia,” ungkapnya.
Proyek Saguling diharapkan menjadi cetak biru proyek-proyek energi bersih lainnya di Indonesia dalam kerangka JETP, yang hingga saat ini telah memobilisasi dana sebesar USD 1,2 miliar.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
