
Petugas melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Jakarta, Kamis (31/8/2023).
JawaPos.com - Serangan balasan Iran ke Israel memicu kekhawatiran melonjaknya harga minyak dunia. Jika itu terjadi, harga BBM di tanah air diperkirakan ikut terkerek.
Meski begitu, hingga kemarin pemerintah memastikan harga BBM belum akan dinaikkan Setidaknya sampai Juni tahun ini.
"Ya, harga BBM masih seperti itu (tidak berubah sampai Juni, Red). Kami berpikiran ini hanya faktor short term karena kecenderungan banyak pihak di dunia tidak menginginkan harga minyak yang terlalu tinggi,’’ ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji pada diskusi yang digelar Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter di Jakarta kemarin (15/4).
Tutuka melanjutkan, secara historis, selama sekitar 100 tahun, harga minyak cenderung berada di level yang rendah. Jika pun ada lonjakan, itu lebih disebabkan faktor geopolitik seperti saat ini. Nanti lonjakan tersebut berangsur turun dan harga minyak kembali melandai selama beberapa periode.
Dia melanjutkan, pasca serangan balasan Iran ke Israel, harga minyak mentah dunia diperkirakan bisa mencapai USD 100 per barel. Jika terjadi eskalasi konflik, harga minyak diperkirakan mencapai level USD 120–USD 130 per barel.
Indonesia juga disebutnya tidak memiliki kerja sama impor migas dari Iran. ’’Walaupun kita menjalin kerja sama dengan Iran, implementasinya tidak mudah. Jadi, sampai saat ini tidak ada impor migas,’’ jelas dia.
Data Kementerian ESDM mencatat, sumber utama impor BBM Pertamina berasal dari Singapura, Malaysia, dan India. Sementara itu, sumber utama impor LPG berasal dari AS dan Timur Tengah. Sedangkan sumber utama impor crude dari Nigeria, Arab Saudi, Angola, dan Gabon.
Meski begitu, Tutuka mengakui bahwa konflik itu memiliki konsekuensi pada asumsi makro APBN. Terutama pada membengkaknya subsidi energi. ’’Untuk setiap kenaikan ICP sebesar USD 5 per barel, subsidi BBM akan bertambah Rp 0,19 triliun. Lalu (dengan kenaikan yang sama), kompensasi solar bertambah Rp 6,42 triliun serta subsidi LPG bertambah Rp 5,04 triliun,’’ jelas dia.
Pada kesempatan yang sama, ekonom Mari Elka Pangestu juga mengingatkan adanya risiko lonjakan harga minyak akibat konflik Iran-Israel. Gejolak harga minyak, inflasi, dan dinamika harga komoditas lainnya pasti akan berdampak pada Indonesia.
’’Dengan harga minyak di luar hal terkait dengan inflasi dan harga produksi naik, tentunya masalah kepada anggaran dan fiskal. Defisit anggaran dan fiskal karena kalau harga naik tentunya subsidi BBM juga akan naik ya, kecuali harga BBM-nya memang mau dinaikkan,’’ jelas mantan menteri perdagangan itu.
Terpisah, anggota Komisi VII DPR Mulyanto meminta pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan harga minyak mentah dunia pasca serangan Iran ke Israel. Dia menilai, cepat atau lambat konflik Iran-Israel akan berdampak pada semakin naiknya harga minyak mentah dunia.
Menurut dia, hal tersebut diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang sudah menembus angka Rp 16 ribu. ”Mengamati pergerakan harga minyak dunia yang terus menanjak tajam sejak awal tahun 2024, apalagi pascakonflik Iran-Israel, pemerintah perlu segera memikirkan langkah-langkah antisipatif,’’ paparnya. (dee/lum/c6/oni)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
