Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 03.34 WIB

PLTS Terapung Cirata Mampu Layani Kebutuhan Listrik untuk 50 Ribu Rumah Tangga

Foto udara solar panel pada proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. - Image

Foto udara solar panel pada proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

JawaPos.com - Indonesia kini memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung terbesar se-Asia Tenggara. PLTS yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (9/11) itu diklaim mampu melayani kebutuhan listrik untuk 50 ribu rumah tangga.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, PLTS Terapung Cirata dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Dia juga memastikan, selain listrik bersih, PLTS itu menyediakan energi bersih.

"Dalam proses ini juga memastikan national capacity building sehingga membangun lapangan kerja dan mempercepat pertumbuhan,” ujarnya, Kamis (9/11).

Darmawan menyatakan, daya dari PLTS Terapung Cirata itu akan disambungkan ke gardu induk. Listrik dari PLTS Terapung Cirata sebesar 20.000 volt dan ketika masuk ke gardu induk bisa menaikkan daya hingga 150.000 volt yang masuk ke transmisi Jawa-Bali-Madura. "Artinya bisa dikonsumsi untuk industri maupun rumah tangga. Kalau asumsinya rumah tangga, bisa menyalurkan listrik untuk 50.000 rumah tangga,” ucapnya.

PLTS Terapung Cirata mampu memproduksi energi bersih 245 gigawatt hour per tahun dan mereduksi 214 ribu ton CO2 per tahun.

Darmawan menuturkan, PLTS Terapung Cirata juga menjadi bukti kolaborasi Indonesia dengan dunia global dalam melakukan transisi energi. PLTS itu dibangun hasil kolaborasi subholding PLN Nusantara Power dengan perusahaan pengembang EBT asal UEA, Masdar.

"Pemanasan suhu bumi ini adalah masalah global. Untuk itu, penyelesaiannya pun harus dilakukan secara global. Pembangkit ini menjadi bukti bahwa dalam transisi energi, PLN tidak dapat melakukannya dalam suasana kesendirian. Kami terbuka untuk berkolaborasi," tambah Darmawan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia kini mencatat sejarah besar. "Hari ini merupakan hari bersejarah karena mimpi besar membangun pembangkit energi baru terbarukan (EBT, Red) dalam skala besar akhirnya bisa terlaksana,” kata Jokowi dalam sambutannya. Di Kompleks Gardu Induk PLTS Terapung Cirata, terdapat 13 pulau panel surya. Satu pulau seluas 10 hektare. Kapasitas itu baru 4 persen dari kapasitas danau yang boleh digunakan sebagai PLTS terapung.

Untuk diketahui, pemerintah telah mengatur bahwa 20 persen dari luasan danau atau waduk boleh digunakan untuk PLTS terapung.

PLTS Terapung Cirata berada di atas Waduk Cirata. Selain PLTS, di kawasan waduk tersebut telah ada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 1.000 megawatt. "Jadi, nanti tenaga airnya bisa untuk energi hijau juga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan, pembangunan PLTS tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan PLN. Lalu, berkolaborasi dengan perusahaan dari Persatuan Emirat Arab (PEA).

"Saya ingin nantinya seluruh potensi energi baru terbarukan yang ada di Indonesia bisa dimanfaatkan dan saya yakin pasti bisa karena sekarang teknologinya sudah ada," ucapnya. (dee/lyn/han/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore