
Foto udara solar panel pada proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
JawaPos.com - Indonesia kini memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung terbesar se-Asia Tenggara. PLTS yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (9/11) itu diklaim mampu melayani kebutuhan listrik untuk 50 ribu rumah tangga.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, PLTS Terapung Cirata dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Dia juga memastikan, selain listrik bersih, PLTS itu menyediakan energi bersih.
"Dalam proses ini juga memastikan national capacity building sehingga membangun lapangan kerja dan mempercepat pertumbuhan,” ujarnya, Kamis (9/11).
Darmawan menyatakan, daya dari PLTS Terapung Cirata itu akan disambungkan ke gardu induk. Listrik dari PLTS Terapung Cirata sebesar 20.000 volt dan ketika masuk ke gardu induk bisa menaikkan daya hingga 150.000 volt yang masuk ke transmisi Jawa-Bali-Madura. "Artinya bisa dikonsumsi untuk industri maupun rumah tangga. Kalau asumsinya rumah tangga, bisa menyalurkan listrik untuk 50.000 rumah tangga,” ucapnya.
PLTS Terapung Cirata mampu memproduksi energi bersih 245 gigawatt hour per tahun dan mereduksi 214 ribu ton CO2 per tahun.
Darmawan menuturkan, PLTS Terapung Cirata juga menjadi bukti kolaborasi Indonesia dengan dunia global dalam melakukan transisi energi. PLTS itu dibangun hasil kolaborasi subholding PLN Nusantara Power dengan perusahaan pengembang EBT asal UEA, Masdar.
"Pemanasan suhu bumi ini adalah masalah global. Untuk itu, penyelesaiannya pun harus dilakukan secara global. Pembangkit ini menjadi bukti bahwa dalam transisi energi, PLN tidak dapat melakukannya dalam suasana kesendirian. Kami terbuka untuk berkolaborasi," tambah Darmawan.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia kini mencatat sejarah besar. "Hari ini merupakan hari bersejarah karena mimpi besar membangun pembangkit energi baru terbarukan (EBT, Red) dalam skala besar akhirnya bisa terlaksana,” kata Jokowi dalam sambutannya. Di Kompleks Gardu Induk PLTS Terapung Cirata, terdapat 13 pulau panel surya. Satu pulau seluas 10 hektare. Kapasitas itu baru 4 persen dari kapasitas danau yang boleh digunakan sebagai PLTS terapung.
Untuk diketahui, pemerintah telah mengatur bahwa 20 persen dari luasan danau atau waduk boleh digunakan untuk PLTS terapung.
PLTS Terapung Cirata berada di atas Waduk Cirata. Selain PLTS, di kawasan waduk tersebut telah ada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 1.000 megawatt. "Jadi, nanti tenaga airnya bisa untuk energi hijau juga,” tuturnya.
Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan, pembangunan PLTS tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan PLN. Lalu, berkolaborasi dengan perusahaan dari Persatuan Emirat Arab (PEA).
"Saya ingin nantinya seluruh potensi energi baru terbarukan yang ada di Indonesia bisa dimanfaatkan dan saya yakin pasti bisa karena sekarang teknologinya sudah ada," ucapnya. (dee/lyn/han/c7/oni)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
