Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 23.48 WIB

PLN Ungkap Tantangan Pemulihan Listrik di Sumatera, PLTU Masih Perlu 20 Jam untuk Normal

Petugas PLN melakukan briefing persiapan di GITET Bungo, Kabupaten Muara Bungo, Jambi sebelum melanjutkan pemulihan kelistrikan pascagangguan yang terjadi pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi pada Sabtu (23/5). (Dok. PLN) - Image

Petugas PLN melakukan briefing persiapan di GITET Bungo, Kabupaten Muara Bungo, Jambi sebelum melanjutkan pemulihan kelistrikan pascagangguan yang terjadi pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi pada Sabtu (23/5). (Dok. PLN)

JawaPos.com – PT PLN (Persero) terus berpacu memulihkan sistem kelistrikan di Sumatera usai gangguan besar yang menyebabkan pemadaman massal di sejumlah wilayah sejak Jumat (22/5).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan tantangan terbesar dalam proses recovery berada pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara yang membutuhkan waktu panjang untuk kembali beroperasi normal.

Darmawan menjelaskan, sejak Jumat malam PLN langsung bergerak melakukan pemulihan bertahap dengan menyalakan pembangkit yang bisa dioperasikan lebih cepat, terutama pembangkit hidro dan pembangkit gas.

“Pembangkit-pembangkit yang bisa kami nyalakan dengan cepat terutama pembangkit hidro dan pembangkit gas dari tadi malam langsung satu persatu secara sistematis kita nyalakan,” ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5).

Sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan, tengah hingga utara perlahan mulai kembali mendapatkan aliran listrik setelah sebelumnya mengalami padam total. Utamanya wilayah yang memang ditopang oleh pembangkit listrik hidro dan gas.

Meski demikian, proses pemulihan penuh disebut belum bisa dilakukan dalam waktu singkat. Menurut Darmawan, pembangkit PLTU memiliki proses startup yang jauh lebih kompleks dibanding pembangkit hidro maupun gas.

“Tetapi untuk pembangkit yang berbasis pada PLTU batubara ini masih membutuhkan waktu. Ada sebagian PLTU batubara yang sudah bisa kami mulai nyalakan tadi jam 3 pagi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sebagian unit PLTU lainnya masih dalam tahap persiapan sebelum dapat kembali sinkron dengan sistem kelistrikan Sumatera. PLN juga memastikan seluruh tahapan dilakukan hati-hati agar sistem tetap stabil saat pembangkit kembali masuk jaringan.

PLN memastikan seluruh personel bekerja penuh selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan sistem. Darmawan menyebut beberapa PLTU yang sudah mulai startup masih membutuhkan waktu cukup panjang sebelum dapat beroperasi maksimal.

“Jadi tim kami bekerja 24 jam dan kami terus bekerja sampai sistem Sumatera pulih kembali. Dan kami masih membutuhkan waktu. Beberapa pembangkit PLTU kami ada yang sudah mulai start dan membutuhkan waktu 15-20 jam untuk sinkron dan beroperasi penuh,” tandasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore