Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Mei 2023 | 20.53 WIB

Pengembangan SDM Jadi Tantangan Terbesar Industri Transisi Energi di Indonesia

Wakil Presiden Direktur PT TBS Energi Utama Tbk., Pandu Sjahrir.

JawaPos.com - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan industri transisi energi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur PT TBS Energi Utama Tbk., Pandu Sjahrir. 

Pandu mengungkapkan, meskipun pemerintah telah mengambil langkah yang baik untuk mempercepat pengembangan industri transisi energi, tantangan terbesar tetap berada pada pengembangan SDM yang berkualitas dalam waktu 10 tahun ke depan.

"Industri ini masih menghadapi banyak tantangan. Namun menurut saya, PR terbesar industri transisi energi adalah mengembangkan talenta-talenta berkualitas dalam 10 tahun ke depan. Jika tidak, kita mungkin harus mengimpor talenta dari luar negeri untuk menggarap potensi besar ini," ujar Pandu dalam seminar "Hilirisasi dan Transisi Energi Menuju Indonesia Emas" yang diadakan oleh alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta pada Selasa (9/5)

Untuk mengatasi tantangan ini, Pandu berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan SDM yang berkualitas. Dia juga menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan para ahli dari bidang teknologi dan energi di ITB.

"Kami juga tertarik untuk bekerja sama dengan ITB karena kita juga harus mengembangkan SDM untuk industri yang masih sangat baru. Di TBS saat ini juga banyak alumni ITB dari bidang mining dan manajemen," ungkap Pandu.

Dalam 10 tahun ke depan, lanjutnya, semua pihak harus memikirkan bagaimana mengembangkan SDM dalam menghadapi tantangan dan perubahan teknologi, khususnya di industri yang baru muncul seperti pengolahan baterai dan daur ulang (recycling). Pandu menekankan, teknologi berkembang dengan sangat cepat dan SDM harus mampu berinovasi dan beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi perubahan tersebut.

"Krisis terbesar kita dalam pengembangan industri transisi energi adalah masalah SDM. Karena itu, saya melihat bagaimana bisa bekerja sama dengan ITB dan berinvestasi di sisi riset, karena itu yang perlu kita dalami. Karena industri ini masih kecil, hanya 0,2 persen, tapi pemerintah ingin meningkatkannya hingga 30-50 persen dan itu bagus," lanjut dia.

Lebih lanjut lagi, Pandu menegaskan, bahwa jika tidak fokus pada pengembangan SDM, maka besar kemungkinan industri di Indonesia harus mengimpor SDM dari luar. TBS Energi sendiri berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi industri transisi energi di Indonesia.

Diketahui, acara seminar tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Direktur Utama PT PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, President of Hyundai Motor Asia Pacific Headquarters Youngtack Lee, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arsal Ismail, CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alex Barus dan Vice President PT Freeport Indonesia Harry Pancasakti.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore