
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman. (Istimewa)
JawaPos.com – Meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga persaingan ekonomi dan energi antarnegara besar, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia dituntut memperkuat ketahanan energinya agar tidak rentan terhadap gejolak harga maupun gangguan pasokan yang dapat berdampak pada perekonomian nasional.
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menilai tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ketahanan energi nasional melalui strategi yang seimbang antara pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dan percepatan energi baru dan terbarukan (EBT).
Menurutnya, migas dan EBT tidak boleh diposisikan sebagai pilihan yang saling menggantikan, melainkan sebagai dua instrumen utama yang harus berjalan beriringan untuk menjamin keamanan pasokan energi nasional.
Menurut Yusri, sektor hulu migas masih memegang peran strategis dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, sehingga peningkatan investasi, percepatan eksplorasi, pengembangan lapangan baru, serta optimalisasi produksi harus terus menjadi prioritas.
Ia menilai temuan-temuan cadangan migas baru, termasuk di wilayah Andaman, menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi sumber daya yang besar untuk mendukung ketahanan energi jangka panjang. Namun demikian, temuan tersebut harus diikuti dengan percepatan pengembangan agar dapat segera berkontribusi terhadap produksi nasional.
Di sisi lain, Yusri menegaskan bahwa pengembangan energi baru dan terbarukan harus terus dipercepat sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi transisi energi global.
Gas bumi, menurutnya, dapat berperan sebagai energi transisi yang menjembatani kebutuhan energi saat ini dengan target peningkatan bauran energi terbarukan di masa depan. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan komitmen terhadap pembangunan rendah karbon.
"Ketahanan energi nasional tidak dapat hanya mengandalkan satu sumber energi. Indonesia membutuhkan kombinasi yang seimbang antara peningkatan produksi migas dan percepatan pengembangan energi terbarukan agar mampu menghadapi berbagai risiko global yang semakin kompleks," kata dia lewat keterangan tertulisnya, Rabu (17/6).
"Jika sinergi ini dapat dijalankan secara konsisten, Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan energinya, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang," pungkas Yusri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022