
Perbedaan kualitas udara di Jakarta pada 20 April 2020 (foto kiri) dan pada 5 Juli 2019 difoto dari kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Selama penerapan PSBB sejumlah kegiatan dibatasi. Dampak positifnya, polusi udara semakin berkurang. Menurut data situs IQ
JawaPos.com - Indeks standar pencemar udara (ISPU) selama lima tahun terakhir menunjukkan tren membaik. Pemerintah akan mempertahankan capaian positif tersebut.
Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Dasrul Chaniago menegaskan, mempertahankan ISPU yang baik itu tidaklah mudah. Namun, semua bisa diupayakan.
"Tren yang sudah makin bagus itu harus dipertahankan. Jangan sampai memburuk," katanya Jumat (22/1).
Pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan untuk menekan pencemaran udara. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017. Di sana pemerintah mengatur baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor.
Ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor dari Euro 2 ditingkatkan menjadi Euro 4. Ada juga aturan tentang oktan kendaraan berbahan bakar bensin. Yakni, RON minimal 91. Kendaraan yang berbahan bakar diesel harus menggunakan yang kandungan cetane number (CN) minimal 51.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga menerbitkan sejumlah regulasi lain untuk menekan pencemaran udara. "Pada pembangkit, pemakaian bahan bakar non-batu bara tidak semudah itu," ujar Chaniago. Menurut dia, diperlukan hitungan cermat volume bahan bakar non-batu bara yang dibutuhkan.
Kepala Pusat Penelitian Energi Berkelanjutan DRPM ITS Tri Widjaja mengungkapkan, potensi pemakaian selulosa sebagai pengganti bahan bakar fosil sangat besar. Ada beragam selulosa yang berasal dari limbah dan bisa dimanfaatkan untuk bioetanol maupun biodiesel.
"Seperti minyak jelantah dan tanaman jarak. Bahkan, kulit kopi bisa dimanfaatkan," paparnya.
Pemanfaatan biodiesel di dalam negeri, menurut Tri, dapat menekan impor dan menghemat devisa. Pemanfaatan biodiesel sebesar 6,26 juta kiloliter pada 2019 setara penghematan devisa sekitar Rp 49,19 triliun.
"Kebijakan pemanfaatan energi baru terbarukan bisa menekan global warming. Makanya, ada upaya B10, B20, dan ke depan B50. Kalau total B100, harus ada penyesuaian dari sisi mesin kendaraan," tandasnya.
https://youtu.be/jDHtn62oL5Q
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
