Ilustrasi pengelolaan sampah menjadi energi. (Istimewa)
JawaPos.com – Pemerintah Indonesia tengah memperkuat pengembangan Waste-to-Energy (WtE). Program ini digencarkan guna mengatasi persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan. Diketahui timbunan sampah nasional telah mencapai 189.000 ton per hari.
Sejumlah proyek WtE dan RDF (Refuse-Derived Fuel) mulai dikembangkan di berbagai daerah. Untuk menyukseskan program ini, perlu teknologi pembangkit atau tungku pembakaran, dan sistem pergerakan limbah yang baik. Selain itu perlu dukungan alat berat.
PT Multicrane Perkasa (MCP) mendukung seluruh rantai penanganan limbah, mulai dari pre-processing, transfer, feeding, hingga keberlanjutan operasional fasilitas WtE melalui pendekatan sistem yang terintegrasi.
Program ini sudah dijalankan dalam proyek WtE di Sukabumi, Jawa Barat. Contoh lainnya seperti RDF untuk kebutuhan industri semen di Thailand memperlihatkan bahwa keberhasilan proyek berbasis pengolahan limbah menjadi energi sangat ditentukan oleh kesiapan sistem operasional di lapangan.
Oleh karena itu, MCP memiliki crane, Hiab 19000 sebagai electric waste feeder. Alat ini bisa yang dirancang untuk memastikan aliran limbah ke lini WtE atau RDF berlangsung stabil dan terkontrol.
Sistem feeding berbasis electric memungkinkan operasi yang lebih stabil, menekan biaya operasional harian, serta mengurangi risiko gangguan teknis yang dapat memicu downtime.
Selain itu, MCP juga memiliki Liebherr material handler LH 40 yang dirancang khusus untuk operasi waste duty. Unit ini memungkinkan penanganan limbah curah secara kontinu, mengurangi jumlah alat yang dibutuhkan dalam satu fasilitas, serta menjaga konsistensi feeding ke bunker atau conveyor dalam jangka panjang.
“Sebagai bagian dari komitmen kami mendukung agenda pemerintah dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, kami melihat bahwa keberhasilan proyek Waste-to-Energy tidak cukup hanya dari sisi teknologi pembangkit, tetapi juga dari kesiapan sistem operasional di lapangan," kata Presiden Direktur PT Multicrane Perkasa, Adrianus Hadiwinata dalam keterangannya, Jumat (6/2).
Adrianus berharap bisa menghadirkan sistem operasional terintegrasi. Sehingga penanganan sampah menjadi energi bisa lebih baik. Dengan begitu, pengelolaan sampah berkelanjutan dapat terwujud.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
