Ilustrasi penelitian BBM Bobibos. (Instagram @bobibos_)
JawaPos.com - Inovasi bahan bakar buatan anak negeri bernama Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) tengah menjadi perbincangan khalayak. Meski begitu, bahan bakar ini dianggap perlu kajian mendalam sebelum digunakan untuk operasional.
Hal itu disampaikan Pakar energi Universitas Islam Riau, Ira Herawati dalam Diskusi Satu Tahun Kabinet Prabowo-Gibran dari Sudut Pandang Energi di Pekanbaru, Riau, Jumat (14/11).
"Karena jangan-jangan justru lebih besar pula ini ongkosnya atau mungkin after effect-nya. Mungkin untuk jangka pendek bisa menjawab, tapi jangka panjang setelah itu, seperti apa? Jadi saya pikir ini sesuatu hal yang angin segar, yang perlu diberi ruang untuk apresiasi, tapi juga memang perlu pembuktian lebih lanjut," kata Ira.
Dia menjelaskan, bahan bakar tidak hanya dinilai dari kualitas bagusnya. Melainkan, perlu ada kepastian tidak adanya efek samping saat pemakaian.
Oleh karena itu, langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk menguji Bobibos di laboratorium sudah tepat. Setelah itu bisa dilabeli dengan hak paten.
"(Uji lab) ini bukan tidak mematahkan ya semangat anak bangsa untuk berkontribusi secara penelitian, penemuan, dan segala macam. Itu kita perlu bantu apresiasi, memberikan paten yang bagus kepada mereka," jelas Ira.
Sementara, Ekonom dari Universitas Persada Bunda Indonesia Riyadi Mustofa menilai, munculnya Bobibos perlu mendapat dukungan. Sehingga bisa dikembangkan dengan cara yang benar.
"Kalau sudah komersial, sudah memiliki nilai ekonomis, ya (Bobibos) harus diurus izinnya, harus ada izin operasional, tata cara pembuatannya, izin edar. Karena itu barang dijual," ujar Riyadi.
Dia menjelaskan bahwa pengembangan energi alternatif merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengurangi ketergantungan impor energi. Ia meyakini bahwa riset yang memadai akan membuat inovasi seperti Bobibos memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai keberlanjutan. Jika uji laboratorium menunjukkan hasil positif, bahan bakar alternatif tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat.
Sebagai informasi, Bobibos merupakan bahan bakar alternatif berbasis limbah jerami dengan klaim memiliki RON 98. Bobibos diklaim bisa menjadi sumber energi ramah lingkungan,
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah belum bisa memberikan penilaian terhadap Bobibos sebelum hasil kajian teknis dan uji laboratorium lengkap diperoleh.
“Kita pelajari dulu ya, kita pelajari dulu,” ujar Menteri Bahlil di komplek DPR RI, Jakarta, Selasa (11/11).

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
