
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. (Antara)
JawaPos.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan akan menggelar rapat dengan PT Pertamina (Persero) Tbk, serta seluruh badan usaha pengelola SPBU swasta, pada siang ini, Senin (29/9).
Laode menyebut pertemuan yang akan digelar pada siang ini akan lebih membahas dan memonitor progres dari pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa base fuel impor milik Pertamina yang akan diserap oleh SPBU swasta.
"Hari ini siang nanti, kami rapat dengan Pertamina dan SPBU Swasta untuk monitor progress," kata Laode kepada JawaPos.com, Senin (29/9).
Lebih lanjut, Laode menjelaskan bahwa saat ini satu kargo Pertamina berisi 100 ribu barel base fuel sudah tiba di pelabuhan.
Dari jumlah itu, sebanyak 40 ribu barel telah dibeli oleh Vivo, sementara 60 ribu barel lainnya masih menunggu untuk diserap oleh SPBU swasta lainnya
“Masih ada 60 ribu barel lagi, semoga yang lainnya bisa segera mengikuti Vivo,” jelasnya.
Saat ditanya soal asal impor BBM tersebut, Laode enggan menyebutkan. Ia meminta JawaPos.com untuk menanyakan langsung kepada Pertamina.
"Info sumber impor langsung ke Pertamina saja ya ditanyakan," pungkasnya.
Sebelumnya, kolaborasi penyediaan BBM antara PT. Pertamina Patra Niaga (PPN) dengan salah satu penyedia BBM swasta, PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) menghasilkan hasil. Vivo akhirnya sepakat untuk melakukan proses B2B ( Business to Business ) dengan Pertamina.
Dari kuota 100 ribu barel (MB) kargo impor yang ditawarkan, Vivo menyerap 40 MB, atau sekitar 40 persen dari penawaran, untuk melayani konsumen setianya. Adapun langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut Arahan pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Selanjutnya proses ini akan dilanjutkan dengan uji kualitas dan kuantitas produk BBM. Pada tahap ini, kedua pihak akan menggunakan surveyor seperti yang telah disepakati sebelumnya.
Di sisi lain, empat penyedia BBM swasta lainnya masih terus berkoordinasi dengan kantor pusat untuk memutuskan langkah apa yang akan diambil setelah menyetujui impor BBM murni atau bahan bakar dasar dari Pertamina.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
