Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 04.41 WIB

Kerja Sama Energi Hijau Indonesia dan Jepang: Investasi Rp 8,2 Triliun di Muara Laboh

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang untuk AZEC, H.E. Fumio Kishida di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (5/5). (istimewa) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang untuk AZEC, H.E. Fumio Kishida di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (5/5). (istimewa)



JawaPos.com - Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat memperkuat kerja sama strategis dalam bidang energi hijau dan infrastruktur berkelanjutan melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC). Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang untuk AZEC, H.E. Fumio Kishida.

Komitmen itu ditindaklanjuti setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Jepang memiliki visi yang sama dalam menciptakan masa depan hijau dan berketahanan. AZEC menjadi platform penting untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, baik dari sisi teknologi, pendanaan, maupun kebijakan,” kata Menko Airlangga di kantornya, Senin (5/5).

Ia menambahkan, kemitraan ini menjadi bukti nyata kontribusi kedua negara dalam mengatasi tantangan perubahan iklim dan mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon.

Salah satu bentuk konkret dari kerja sama ini yakni, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh di Solok, Sumatera Barat. Proyek PLTP Muara Laboh bernilai USD 500 juta atau setara Rp 8,2 triliun itu berkapasitas 80 megawatt telah mencapai tahap financial close pada 18 April 2025 dan akan segera memasuki tahap konstruksi. 

“Proyek ini menjadi milestone penting dalam implementasi AZEC. Ini adalah bentuk nyata dari investasi ramah lingkungan yang memiliki dampak jangka panjang bagi ketahanan energi nasional,” jelas Airlangga.

Dalam seremoni yang turut digelar pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan antara PT Supreme Energy Muara Laboh dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebagai bagian dari dukungan Jepang terhadap proyek ini.

Diharapkan, PLTP Muara Laboh akan beroperasi secara komersial pada kuartal pertama tahun 2027. Proyek ini tak hanya menjadi simbol kerja sama energi, tetapi juga wujud kepercayaan Jepang terhadap potensi pasar energi hijau Indonesia.

Airlangga juga menyoroti peningkatan signifikan dalam hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara.

“Investasi Jepang di Indonesia telah mencapai USD 3,5 miliar pada tahun 2024, naik 52 persen dibandingkan 2021. Ini menunjukkan kepercayaan dan keyakinan yang besar dari perusahaan Jepang kepada Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lebih dari 12.000 proyek Jepang tersebar di berbagai sektor strategis, termasuk energi, transportasi, dan manufaktur. Airlangga menekankan pentingnya mempercepat debottlenecking proyek-proyek AZEC lainnya seperti Legok Nangka Waste-to-Energy, Sustainable Aviation Fuel, dan PLTP Sarulla.

“Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat kedua negara dalam mendorong masa depan yang berkelanjutan dan rendah karbon. Ini bukan sekadar kerja sama antar pemerintah, tetapi kolaborasi masa depan untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore