Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Oktober 2023 | 23.55 WIB

Penuhi Demand Transisi Energi, Hitachi Energy Aktifkan 150 GW Sambungan HVDC di Seluruh Dunia

ILUSTRASI. Gambar pemandangan beberapa pembangkit listrik tenaga angin pada sebuah poster yang dirilis 5 Oktober 2023 di Pulau Sir Bani Yas di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. - Image

ILUSTRASI. Gambar pemandangan beberapa pembangkit listrik tenaga angin pada sebuah poster yang dirilis 5 Oktober 2023 di Pulau Sir Bani Yas di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

JawaPos.com - Hitachi Energy mengumumkan bahwa mereka telah mengaktifkan lebih dari 150 gigawatt (GW) sambungan arus searah tegangan tinggi (HVDC) di seluruh dunia yang diintegrasikan ke dalam sistem tenaga listrik - cukup untuk memenuhi permintaan daya puncak di Jepang. Pengumuman ini sejalan dengan pengiriman tenaga listrik pertama dari Dogger Bank, pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai terbesar di dunia, melalui penggunaan teknologi HVDC untuk pertama kalinya di Inggris pada ladang angin.

"Listrik akan menjadi tulang punggung seluruh sistem energi dan akan membantu mendorong transisi energi bersih. Pengumuman hari ini menunjukkan bagaimana kami memungkinkan pelanggan kami untuk mempercepat pengembangan jaringan listrik yang dibutuhkan oleh sistem energi," ujar Claudio Facchin, CEO Hitachi Energy dalam keterangan tertulis, Minggu (29/10).

Hitachi Energy secara konsisten memperluas kapasitasnya untuk memenuhi percepatan permintaan yang didorong oleh transisi energi bersih. Sejak tahun 2020, ketika Hitachi memulai investasi strategisnya, Hitachi Energy telah meningkatkan jumlah tenaga kerjanya hingga lebih dari 8.000 orang.

Dalam periode yang sama, perusahaan juga menginvestasikan USD 3 miliar di bidang manufaktur dan rekayasa, serta Penelitian dan Pengembangan (R&D), memperluas kolaborasi, dan mendorong perusahaan untuk menjadi mitra strategis di seluruh siklus hidup pelanggan.

Investasi tersebut difokuskan pada tiga area Rencana Energi 2030 Hitachi. Pertama, memperkuat bisnis inti jaringan listrik.

Kedua, menggandakan upaya digital dan layanan serta perluasan di ujung sistem energi. Ketiga, inovasi, sinergi, kemitraan, dan M&A untuk mempercepat pertumbuhan.

Laporan IEA, 'Electricity Grids and Secure Energy Transitions' menyatakan bahwa investasi jaringan listrik perlu ditingkatkan hampir dua kali lipat pada tahun 2030 menjadi lebih dari USD 600 miliar per tahun setelah stagnasi di tingkat global. Pembangunan jaringan listrik membutuhkan rantai pasokan yang aman dan tenaga kerja yang terampil.

Elektrifikasi yang cepat pada transportasi, bangunan, dan industri meningkatkan permintaan akan listrik yang aman, berkelanjutan, dan fleksibel secara global. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat bisnisnya menuju perkiraan sistem energi 2050; di mana perusahaan melihat kapasitas pembangkit listrik global yang terpasang sebesar empat kali lipat dari kapasitas saat ini dan transfer energi listrik sebesar tiga kali lipat dari saat ini.

"Sejak kami memulai perjalanan bersama Hitachi pada bulan Juli 2020, kami telah mampu mempercepat pertumbuhan dan ekspansi kami, serta memanfaatkan sinergi di seluruh Hitachi Group," tambah Facchin.

"Dengan keahlian energi selama lebih dari satu abad, dikombinasikan dengan digitalisasi sebagai enabler, kami dapat meningkatkan kecepatan dan memberikan layanan serta solusi yang inovatif kepada para pelanggan kami. Sebagai Hitachi, kami memiliki posisi yang unik di seluruh kemampuan TI, PL, dan produk untuk mendukung pelanggan kami di seluruh siklus hidup," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore