Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 September 2023 | 00.50 WIB

Kejar Target Produksi Minyak 1 Juta Barel, SKK Migas Targetkan Investasi USD 186,7 Miliar

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto. (dok SKK Migas). - Image

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto. (dok SKK Migas).

JawaPos.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi sebesar USD 186,7 miliar untuk mencapai target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas bumi sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan, saat ini, sektor hulu migas terus berupaya meningkatkan produksi migas nasional guna memenuhi kebutuhan domestik yang semakin meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional.

"Daya tarik investasi di sektor hulu migas di Indonesia sebenarnya sudah membaik, namun masih ada hal-hal yang harus terus diperbaiki," katanya melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (6/9).

Pada 2050, volume konsumsi minyak diperkirakan naik 139 persen, sementara volume konsumsi gas diprediksi naik 298 persen. Dukungan investasi diperlukan agar kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas bisa dilakukan secara masif.

Iklim investasi di sektor hulu migas terus diperbaiki melalui pemberian insentif dan perubahan kebijakan fiskal. Dwi menjelaskan, berbagai upaya yang dilakukan untuk memperbaiki iklim investasi hulu migas mulai menunjukkan dampak positif.

Sejak 2021, investasi di hulu migas terus mengalami kenaikan. Pada 2022, investasi di hulu migas mencapai USD 12,3 miliar atau naik 13 persen dibanding 2021. Kenaikan tersebut tercatat 5 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan investasi global.

Sementara pada 2023 ini, investasi hulu migas ditargetkan mencapai USD 15,5 miliar atau naik 26 persen dibanding 2022. Target tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan investasi global (6,5 persen) maupun rencana jangka panjang (long term plan/LTP).

Selain itu, SKK Migas terus berupaya meningkatkan produksi migas nasional, khususnya gas bumi. Gas bumi memainkan peranan penting sebagai sumber energi primer selama masa transisi menuju penggunaan energi bersih melalui pencapaian target net zero emission (NZE) 2060. Gas bumi juga dibutuhkan sebagai bahan baku untuk industri seperti industri baja, keramik, pupuk, petrokimia, dan industri lainnya.

Di sisi lain, SKK Migas juga menyatakan bahwa upaya pencapaian target produksi gas sebesar 12 BSCFD juga dibutuhkan dukungan infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia. Ketersediaan infrastruktur yang mampu menjangkau seluruh wilayah memungkinkan gas alam yang diproduksikan oleh lapangan-lapangan migas di Indonesia bisa terserap secara optimal untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Terlebih, SKK Migas juga mengungkapkan beberapa proyek strategis nasional dijadwalkan sudah mulai berproduksi sebelum 2030, yakni Tangguh Train 3, Indonesia Deepwater Development (IDD), dan Abadi Masela. Dari ketiga proyek tersebut, total investasi mencapai USD 38,58 miliar dengan penambahan produksi minyak sebesar 65.000 barel per hari dan gas sebesar 3.644 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Saat ini, alokasi gas untuk domestik sudah mencapai 65 persen dari total produksi gas, sesuai dengan kebutuhan pengguna gas domestik. Seiring dengan peningkatan produksi gas pada masa yang akan datang, tentu diharapkan ada pertumbuhan kapasitas industri pengguna gas sehingga gas dapat dimanfaatkan untuk dalam negeri mendukung pembangunan," ucap Dwi.

Selain itu, investasi pada proyek-proyek pengembangan gas alam perlu ditingkatkan untuk menjamin ketersediaan suplai gas bagi pasar domestik. "Daya tarik investasi di sektor hulu migas di Indonesia sebenarnya sudah membaik, namun masih ada hal-hal yang harus terus diperbaiki," kata dia.

Kendati demikian, di tengah tren kenaikan investasi hulu migas, Dwi mengungkapkan masih ada tantangan yang muncul. Salah satunya adanya tuntutan untuk mengintegrasikan kegiatan usaha hulu migas dengan penerapan teknologi carbon capture storage/carbon capture, utilization and storage (CCS/CCUS).

"Masing-masing perusahaan migas juga mendapat target untuk mencapai net zero emission," kata Dwi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore