Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 September 2023 | 15.18 WIB

Harga Minyak Dunia Naik di Level Tertinggi Sejak 10 Bulan Terakhir, Brent Tembus USD 90,04 Per Barel

Ilustrasi tambang minyak. (Istimewa)

JawaPos.com - Harga minyak dunia naik USD 1 per barel pada hari Selasa atau Rabu pagi waktu Indonesia ke level tertinggi sejak November. Hal ini setelah Arab Saudi dan Rusia memperpanjang pengurangan pasokan sukarela hingga akhir tahun. Pengurangan pasokan ini membuat khawatir investor tentang potensi kurangnya stok selama puncak permintaan saat musim dingin.

Mengutip Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik USD1,04 atau 1,2 persen menjadi menetap di harga USD90,04 per barel. Harga Brent yang ditutup di atas angka USD90 ini merupakan pertama kalinya sejak 16 November 2022.

Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,14 atau 1,3 persen menjadi USD86,69 per barel yang juga merupakan harga tertinggi dalam 10 bulan.

Investor memperkirakan Arab Saudi dan Rusia akan memperpanjang pemotongan sukarela hingga bulan Oktober, namun perpanjangan tiga bulan tersebut tidak terduga.

“Ini merupakan indikasi jelas bahwa harga minyak mengalahkan volume (untuk Arab Saudi),” kata Jorge Leon, wakil presiden senior di Rystad Energy.

“Pergerakan bullish ini secara signifikan memperketat pasar minyak global dan hanya dapat menghasilkan satu hal, yakni harga minyak yang lebih tinggi di seluruh dunia,” tambah Leon.

Lebih lanjut, analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan baik Arab Saudi dan Rusia mengatakan mereka akan meninjau pengurangan pasokan setiap bulannya dan dapat memodifikasi tergantung pada kondisi pasar.

“Dengan perpanjangan pengurangan produksi, kami mengantisipasi defisit pasar lebih dari 1,5 juta barel per hari pada kuartal keempat 2023,” kata Giovanni dalam catatannya. 

Adapun UBS memperkirakan minyak mentah Brent akan naik menjadi USD95 per barel pada akhir tahun mencerminkan kekhawatiran mengenai pasokan pasar jangka pendek. Kontrak Brent dan WTI bulan depan juga diperdagangkan pada harga tertinggi sejak bulan November hingga harga di kemudian hari.

Goldman Sachs mengatakan pihaknya sekarang melihat kemungkinan resesi AS dimulai dalam 12 bulan ke depan sebesar 15 persen atau turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 20 persen.

Seiring dengan pengurangan pasokan oleh Arab Saudi yang dimulai pada bulan Juli, prospek perekonomian AS untuk menghindari resesi telah membantu meningkatkan permintaan dan harga minyak dalam beberapa bulan terakhir. Baik Brent maupun WTI berjangka telah menguat lebih dari 20 persen sejak akhir Juni.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore