Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Oktober 2019 | 02.10 WIB

Eksplorasi Geothermal, SMI Ajukan Pinjaman Rp 2,76 T ke Bank Dunia

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) Edwin Syahruzad (kiri) dan Head of Corporate Secretary SMI Ramona Harimurti (kanan), dalam Media Meet Up 2019, di Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/10). (Estu Suryowati/JawaPos.com) - Image

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) Edwin Syahruzad (kiri) dan Head of Corporate Secretary SMI Ramona Harimurti (kanan), dalam Media Meet Up 2019, di Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/10). (Estu Suryowati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah sedang gencar untuk membangun proyek pembangkit listrik bersumber energi terbarukan. Salah satunya adalah proyek pembangkit panas bumi atau geothermal. Proyek pembangkit panas bumi tengah digenjot guna mencapai target bauran energi baru terbarukan.

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) tengah mengajukan dana pinjaman sebesar USD 197,5 juta atau Rp 2,765 triliun (kurs 14.000) ke Bank Dunia untuk meningkatkan investasi panas bumi dengan mengurangi risiko eksplorasi tahap awal. Pinjaman ini disertai dana hibah senilai USD 122,7 juta atau Rp 1,71 triliun.

Direktur Utama PT SMI (Persero) Edwin Syahruzad mengatakan, nantinya dana tersebut bisa disalurkan ke badan usaha baik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) maupun swasta yang memenangkan tender eksplorasi panas bumi.

"Belum tanda tangan tetapi sudah mengurus programnya itu namanya GREM ke Bank Dunia untuk pengembangan kegiatan eksplorasi geothermal. Nyari reserve panas bumi perlu dana mahal,” paparnya Kamis (10/10) malam.

Melalui proyek Geothermal Resource Risk Mitigation (GREM), pinjaman akan membantu pengembang baik sektor publik maupun swasta untuk mengurangi risiko eksplorasi panas bumi. Dia mengatakan, dana hibah tersebut tidak perlu dikembalikan jika memang eksplorasinya gagal.

Tetapi, jika berhasil menemukan cadangan yang memiliki nilai keekonomian maka korporasi yang mendapatkan dana hibah harus mengembalikannya ke Bank Dunia. Proyek ini juga akan membiayai bantuan teknis dan peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan utama sektor panas bumi.

"Nanti kami akan mencari dulu proyek mana yang potensial untuk disalurkan pembiayaan tersebut," ujarnya.

SMI sebelumnya juga pernah menggelontorkan pendanaan tahap pertama ke PT Geo Dipa Energy (Persero) untuk proyek PLTP Dieng small scale sebesar 10 megawatt (MW). Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mencatat untuk mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 akan memerlukan kontribusi dari pengembangan panas bumi sekitar 7 persen atau setara 7 ribu MW. Ini merupakan pembangunan skala besar dan ambisius dengan total nilai investasi sebesar USD 35 miliar.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore