Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Maret 2022 | 03.02 WIB

Pandemi Mulai Berakhir, Bisnis Properti Diprediksi Reborn Perlahan

Deretan hunian vertikal atau apartemen di Jakarta, Senin (15/3/2021). . Menurut Peneliti Konservasi World Wide Fund Thomas Barano, keberadaan hunian vertikal bisa mendukung pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan beleid pasal 29 dan 30 UU Nomor 26 Tahun 20 - Image

Deretan hunian vertikal atau apartemen di Jakarta, Senin (15/3/2021). . Menurut Peneliti Konservasi World Wide Fund Thomas Barano, keberadaan hunian vertikal bisa mendukung pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan beleid pasal 29 dan 30 UU Nomor 26 Tahun 20

JawaPos.com - Tren kasus positif Covid-19 semakin melandai. Pemerintah pun sudah menyiapkan strategi untuk transisi dari pandemi menuju endemi.

Situasi menuju endemi ini diharapkan investor sebagai momentum untuk bangkit. Bahkan sektor properti pun diperkirakan reborn pada 2022 ini secara perlahan.

Direktur SouthCity Peony Tang mengatakan, berdasar data survei Property Outlook 2022 Knight Frank Indonesia, residensial dinilai akan menjadi best performer pada tahun ini. "Reborn perlahan dan diikuti sektor industri dan logistik," ujar Peony Tang kepada JawaPos.com, Jumat (25/3).

Pengusaha properti itu mengatakan, tahun ini semua pelaku ekonomi dan investor berusaha untuk bangkit. 2022 diharapkan sebagia momentum kembali pada situasi ekonomi semula, walaupun membutuhkan upaya lebih keras.

“Kami optimistis target tersebut akan tercapai, apalagi tahun 2022 industri properti diprediksi akan kembali bangkit," imbuh Peony Tang.

Bentuk keyakinan itu, SouthCity terus menjalakan proyeknya di selatan Jakarta membangun Apartemen The Parc SouthCity sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan pada Selasa (22/3) lalu telah memasuki tahap topping off alias penyelesaian konstruksi. Mereka menjadwalkan serah terima unit pada kuartal IV 2022.

“Pandemi Covid-19 yang sempat mengguncang perekonomian Indonesia. Kami tidak surut dan terus menyelesaikan pembangunan, tanpa ada penundaan apa pun," tandas Peony.

Menurut Peony, bagi investor properti adalah pilihan yang paling menjanjikan dan investasi paling aman. Properti sebagai instrumen investasi dibandingkan investasi lainnya di masa ini.

"Dari nilai sewa dengan berinvestasi properti, para investor dapat memperoleh keuntungan dari rental yield sebesar 5 persen per tahun. Sementara deposito bank saat ini hanya 2,5-3 persen dan pajak atas bunga mencapai 20 persen," kata dia.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore