Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2020 | 23.24 WIB

Prediksi Inflasi Mei Hanya 0,09 persen, Bos BI Ungkap Faktornya

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Mei 2020 berada di angka 0,09 persen secara bulanan (month to month). Jika dilihat secara tahunan (year on year), inflasi diprediksi sebesar 2,1 persen.

"Kami perkirakan, Mei ini inflasinya sangat-sangat rendah, yaitu adalah 0,09 persen secara bulanan. Kalau dihitung secara tahunan adalah 2,1 persen," kata Gubernur BI Perry Wardjiyo melalui telekonferensi pers, Kamis (28/5).

Perry pun meyakini inflasi sepanjang tahun ini akan sesuai dengan yang diperkirakan sebelumnya, yakni 3 persen plus minus 1 persen. "Inflasi Insya Allah akan tetap terjaga di kisaran sasaran yang ditetapkan, yaitu tiga persen plus minus satu atau 2,4 persen. Dengan inflasi yang rendah pada bulan Ramadan, yaitu 2,21 persen YoY tadi, prediksi secara keseluruhan tahun ini inflasi tetap terjaga," tambahnya.

Ia menuturkan bahwa inflasi kali ini yang juga bertepatan dengan bulan Ramadan begitu rendah akibat adanya Covid-19. Pada tahun lalu, inflasi sebelum Idul Fitri mencapai 0,68 persen, dan pasca Idul Fitri sebesar 0,55 persen.

"Kalau 2018 itu 0,59 persen, 2017 sebesar 0,69 persen. Jadi, memang inflasi kita untuk di bulan Ramadan tahun ini Alhamdulillah sangat rendah," tutur dia.

Faktor yang mempengaruhi tentunya berasal dari menurunnya permintaan masyarakat akan barang dan jasa. Pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama turunnya permintaan.

"Kita pada bulan Ramadan, tidak hanya di rumah, kadang juga di restoran, demikian juga belanjanya, itu juga banyak. Tahun ini karena ada Covid-19, permintaan itu rendah dan juga terlihat dari berbagai kegiatan ekonomi kita, termasuk juga pendapatan masyarakat," jelas dia.

Faktor lain, turunnya harga-harga komoditas menyebabkan inflasi akibat impor menjadi renah. Di sisi lain, stabilitas nilai tukar tetap terpelihara.

"Faktor lain adalah bagaimana terjaganya ekspektasi inflasi dan itu juga menunjukkan bagaimana koordinasi antara pemerintah, BI, baik di kantor pusat maupun di kantor-kantor perwakilan BI itu berjalan sangat baik," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore