Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juni 2020 | 18.54 WIB

The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Rupiah Bisa Curi Peluang Menguat

Dolar - Dery Ridwansah 6 - Image

Dolar - Dery Ridwansah 6

JawaPos.com - Posisi Rupiah pada hari ini, Kamis (11/6), kembali terpeleset level 14.014, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI). Meski begitu, pergerakan mata uang Garuda diprediksi menguat didorong sentimen hasil rapat moneter Bank Sentral AS the Federal Reserve (Fed) dini hari tadi.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston menyampaikan, The Fed telah mengumumkan belum akan menaikkan suku bunga dan tetap mendukung pembelian obligasi hingga 2022. Pernyataan ini mengindikasikan ekonomi AS masih akan melemah dalam waktu yang cukup lama.

"Bakal menjadi mover untuk USD-IDR hari ini," ujarnya dalam pesan singkatnya, Kamis (11/6).

Menurutnya, pernyataan the Fed tersebut memberikan tekanan untuk dolar AS. Sehingga ini berpotensi mendorong penguatan Rupiah terhadap dolar AS.

Namun di sisi lain, pernyataan the Fed ini menyiratkan ekonomi global tidak akan pulih dalam waktu dekat, seperti sebelum wabah. Selain itu, pasar mewaspadai gelombang kedua di negara yang sudah membuka ekonominya, termasuk Indonesia.

Di beberapa negara yang memasuki atau jelang new normal, tingkat pertambahan kasus Covid-19 memburuk. Kondisi ini berpotensi memperketat kembali aktivitas ekonomi.

"Ini bisa memberikan sentimen negatif ke aset berisiko," tuturnya.

Dengan demikian, pihaknya menperkirakan Rupiah mungkin masih bisa menguat ke kisaran 13.800 dengan potensi pelemahan ke area 14.100.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore