Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 September 2022 | 03.05 WIB

Anggaran Subsidi BBM Dialihkan Program Lain yang Lebih Tepat Sasaran

Ratusan demonstran dari berbagai elemen massa melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Senin (12/9/2022). Dalam aksinya mereka menolak kenaikan harga BBM. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Ratusan demonstran dari berbagai elemen massa melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Senin (12/9/2022). Dalam aksinya mereka menolak kenaikan harga BBM. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com – Pemerintah mulai mengalihkan subsidi BBM dan mengurangi beban APBN karena bahan bakar minyak. Relokasi anggaran dilakukan dengan tujuan menegakkan asas keadilan bagi masyarakat.

Kepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan bahwa sempat terjadi prediksi yang kurang akurat terkait harga minyak. Sebelumnya, diproyeksikan USD 63 per barel, namun melesat hingga USD 100.

"Hal ini membuat alokasi subsidi dan kompensasi energi kemudian membesar lebih dari tiga kali lipat, dari 152 menjadi 502 triliun," ujarnya.

Di sisi lain, meroketnya harga minyak mentah dunia diimbangi pula dengan terus meningkatnya konsumsi BBM masyarakat Indonesia. "Karena perekonomian juga bertumbuh dengan sangat kuat," imbuhnya.

Di sisi lain, penyaluran subsidi BBM masih kurang tepat sasaran. Lebih dari 70 persen yang menikmati subsidi dan kompensasi energi adalah kelompok mampu yang memiliki mobil. Kemudian, pemerintah mengalihkan subsidi Rp 24,17 triliun untuk tiga program besar.

"Pemerintah merealokasikan subsidi tersebut dengan pemberian serta bantuan subsidi upah untuk tenaga kerja yang penghasilannya di bawah Rp 3.500.000. Hal itu untuk memastikan bahwa subsidi dan kompensasi energi sesuai dengan sasaran. Yaitu, yang kurang mampu," ucapnya.

Sementara itu, Executive Director Energy Watch Mamit Setiawan mengungkapkan, penggunaan dana APBN yang terbaik adalah untuk kegiatan produktif. Misalnya, pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Seperti beasiswa sekolah, bantuan kepada nelayan dan petani, pembangunan rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur lain," tambahnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore