
Petugas melakukan pengecekan atau quality control di Kantor PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif) Duren Tiga, Jakarta, Rabu (22/7/2020). PLN Pusertif melakukan pengujian terhadap instalasi kelistrikan, kWh meter, dan seluruh peralatan listrik sesuai standar ya
JawaPos.com - Pemerintah harus mengurangi beban fiskal anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Rencananya, skema subsidi liquefied petroleum gas (LPG) alias elpiji tabung 3 kilogram atau gas melon diubah.
Bulan depan pemerintah juga menyetop program subsidi listrik untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2022, pemerintah mendesain ulang mekanisme penyaluran subsidi elpiji 3 kilogram.
Subsidi berbasis komoditas akan diubah menjadi subsidi berbasis orang. Target penerimanya adalah 40 persen kelompok masyarakat miskin dan rentan sesuai dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Seiring dengan itu, pemerintah juga bakal menaikkan harga jual eceran elpiji melon. Itulah upaya untuk mewujudkan kesesuaian harga keekonomian atau getting the price right.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra P.G. Talattov menilai, sudah saatnya pemerintah mempercepat transformasi subsidi elpiji menjadi tertutup.
Selain memastikan subsidi tepat sasaran, upaya itu bisa menekan beban subsidi energi yang terus melonjak setiap tahun. Langkah tersebut dapat mendukung konsolidasi fiskal dalam jangka pendek.
Meski begitu, skema subsidi baru itu membutuhkan persiapan yang sangat matang. Juga, proses yang hati-hati. Ketika pemerintah mengubah kebijakan, datanya pun harus aktual.
"Agar tidak menimbulkan gejolak baru dalam masyarakat," ungkap Abra kemarin (7/6).
Pemerintah sebaiknya tidak terburu-buru memangkas subsidi. Sebab, perekonomian masyarakat juga banyak berubah akibat pandemi. Bisa jadi, jumlah warga yang membutuhkan subsidi justru lebih banyak ketimbang data yang ada. Jadi, data perlu diperbarui agar lebih akurat.
Selain elpiji, pemerintah akan menghentikan subsidi listrik. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak memperpanjang masa diskon yang berakhir bulan ini. Bersamaan dengan itu, PLN mengupayakan efisiensi proses produksi listrik. Caranya adalah mengubah sistem pengelolaan pembangkit listrik ke platform digital.
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyatakan, digital power plant merupakan 1 di antara 24 program prioritas sejak tahun lalu. Saat ini sudah 30 gigawatt (GW) listrik yang dihasilkan lewat tata kelola digital. Angka itu mencapai 75 persen dari total kapasitas pembangkit PLN di seluruh Indonesia.
"Kebijakan ini terus kami percepat, mengingat unit pembangkit adalah tulang punggung penyediaan listrik bagi pelanggan," ungkapnya kemarin.
Dia menjelaskan, strategi memutakhirkan sistem pembangkit listrik juga mendorong kinerja perusahaan. Bersama transformasi lainnya, PLN berhasil mencetak laba bersih Rp 5,95 triliun pada 2020.
Laba itu meningkat 39,3 persen jika dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada 2019 yang tercatat Rp 4,27 triliun.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
