Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Agustus 2019 | 04.47 WIB

Temuan Awal, Polri Sebut Pohon Terlalu Tinggi Biang Kerok Blackout PLN

Suasana gedung perkantoran yang belum sepenuhnya menyala akibat padamnya aliran listrik di wilayah Jakarta dan sekirnya, Minggu (4/8/2019).  PT PLN (Persero) menyatakan bahwa listrik di area Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah akan menyala bertahap de - Image

Suasana gedung perkantoran yang belum sepenuhnya menyala akibat padamnya aliran listrik di wilayah Jakarta dan sekirnya, Minggu (4/8/2019). PT PLN (Persero) menyatakan bahwa listrik di area Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah akan menyala bertahap de

JawaPos.com - Polri masih melakukan pendalaman terkait insiden pemadaman listrik (blackout) yang melanda Jabotabek hingga Jawa Barat. Tim Polda Jawa Tengah telah melakukan pemeriksaan di tower transmisi, Desa Malom, Gunung Pati, Semarang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dari temuan awal, diduga insiden ini diakibatkan oleh pohon yang tingginya melebihi Right of Way (ROW).

ROW ini merupakan ruang bebas di sekitar pembangkit listrik tegangan tinggi. Ruang ini harus steril dari benda-benda asing yang tidak masuk dalam komponen pembangkitan.

"Kerusakan, diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW. Sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ujar Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, Senin (5/8).

Dengan demikian, Dedi menyebut, dugaan awal kebakaran ini karena faktor alam. Belum ditemukan faktor human error atau unsur sabotase seperti yang dikhawatirkan banyak pihak.

"Tapi, hasilnya menunggu investigasi tim pusat (gabungan Bareskrim dan PLN) melakukan pengecekan di lapangan," tambah Dedi.

Selain itu, lanjut Dedi, petugas Polda Jawa Tengah juga telah memintai keterangan beberapa petugas PLN di lokasi kejadian. Namun, hasil wawancara ini tidak untuk konsumsi publik.

"Sudah melalukan wawancara terhadap empat petugas PLN di lapangan yang mengawasi dan mengendalikan jaringan tersebut," pungkasnya.

Diketahui, gangguan listrik yang terjadi sejak kemarin siang berangsur pulih mulai tadi malam. Seharian kemarin, PLN berupaya mengembalikan aliran listrik seperti sediakala.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani memimpin langsung proses perbaikan sistem pembangkit listrik. Recovery dilakukan dari pusat pengendalian beban sistem Jawa-Bali sampai ke unit-unitnya.

Inten menjelaskan, area yang paling terdampak adalah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. "Fokus kami mengirimkan pasokan agar sistem aliran listrik ke DKI Jakarta segera pulih," terang Inten di Pusat Pengatur Beban (P2B) PLN, Depok, Minggu (4/8) sore.

Normalisasi aliran listrik per pukul 17.30 telah mencapai GITET Balaraja di Tangerang dan GITET Gandul di Depok. Listrik dialirkan secara bertahap ke sejumlah pembangkit listrik, di antaranya PLTU Suralaya, PLTGU Muara Karang, dan PLTGU Priok. PLN juga mengoperasikan PLTA Saguling dan PLTA Cirata untuk menstabilkan daya tegangan di PLTU Suralaya.

Blackout kemarin terjadi karena gangguan pada SUTET 500 kv Ungaran-Pemalang. Pengi­riman energi listrik dari timur ke barat gagal atau terputus. Aliran energi listrik yang terputus memicu trip atau lepasnya jaringan di PLTU yang ada di Jawa Barat dan Banten. Trip hanya terjadi di pembangkit listrik di wilayah barat sehingga pasokan listrik di timur Jawa tetap aman.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore